hi blog gimana kabarnya?, dah lama banget gw ga ngunjungin lo, semoga yang baca lo bisa dapet inspirasi, terutama anak gundar nih hahaha, dulu gw nulis lo didampingin sama gebetan yang gagal, sekarang dah ada yang baru, oke, keep the good work my badass blog
read more “apa kabar ?”
don't forget to read my blog archive.... thx....
Tuesday, March 24, 2015
Monday, January 6, 2014
Skripsi bidang TI yang berhubungan dengan psikologi
Pada kali ini saya akan menulis guna memenuhi tugas softskill mata kuliah sistem informasi psikologi yaitu : mencari skripsi/tesis/disertasi yang berhubungan antara bidang TI dengan psikologi.Saya akan menulis skripsi dengan judul SISTEM PAKAR KECERDASAN EMOSIONAL (EMOTIONAL INTELLIGENCE). yang ditulis oleh ICHWAN NOPIANTO PONCO
ABSTRAKSI
Masalah Kecerdasan Emosional merupakan masalah yang sudah harus dipertimbangkan dalam hal menentukan potensi diri seseorang. Selama ini, dalam menentukan kualitas kecerdasan atau potensi seseorang selalu berorientasi pada kecerdasan kognitif atau yang sering disebut IQ (Intelligence Quotient). Penulisan skripsi ini bertujuan untuk menunjukkan betapa penting peran Kecerdasan Emosional (EQ) dalam meningkatkan potensi diri seseorang (selain IQ). Implementasi dari hal tersebut adalah melalui Sistem Pakar yang mampu mengestimasi kadar keterampilan emosional seseorang yang kemudian dilanjutkan dengan serangkaian latihan yang ditujukan mengarahkan seseorang sesuai dengan emosinya. Daftar Pustaka (1999 – 2002) iii iv
METODE
Skripsi ini menggunakan sistem pakar sebagai sistemnya. Sistem pakar adalah sebuah perangkat lunak komputer yang memiliki basis pengetahuan untuk domain tertentu dan menggunakan penalaran inferensi menyerupai seorang pakar dalam memecahkan masalah. Kekuatannya terletak pada kemampuannya memecahkan masalah-masalah praktis pada saat pakar berhalangan. Kemampuan sistem pakar ini karena didalamnya terdapat basis pengetahuan yang berupa pengetahuan non-formal yang sebagian besar berasal dari pengalaman, bukan dari "text book". Pengetahuan ini diperoleh seorang pakar dari pengalamannya bekerja selama bertaun-taun pada sebuah bidang keahlian tertentu. Kenyataan bahwa pengetahuan adalah sebuah kekuatan yang tak dapat kita tolak, tetapi pengetahuan yang tidak dapat diterapkan untuk memecahkan masalah yang kita temui sehari-hari adalah percuma. Yang penting adalah pemecahan masalah dari masalah, dan sisitem pakar adalah salah satu jalan untuk mendapatkan pemecahan masalah, secara lebih cepat dan mudah
Ciri-ciri sistem pakar :
Metode penelusuran yang digunakan adalah metode pelacakan ke depan (foward Chaining), dimana penalaran dimulai dari sekumpulan pertanyaan yang diajukan kepada pemakai yang kemudian dianalisis oleh sistem pakar sehingga diperoleh suatu kesimpulan atas jawaban-jawaban yang diberikan oleh pemakai. Jawaban yang diberikan oleh pemakai hanya terdiri dari dua tipe yaitu : "ya" dan "tidak". Adapun teknik penelusurannya menggunakan teknik Deepth-First Search yang melakukan penelusuran secara mendalam dari simpul akar bergerak menurun ke tingkat dalam yang beruntun. Dalam hal ini penelusuran kaidah sudah diawali dari sekumpulan pertanyaan yang bersifat "intrapribadi" yang kemudian berkembang ke pertanyaan-pertanyaan yang lebih "antarpribadi".
Pertanyaan-pertanyaan yang bersifat intrapribadi adalah yang berkaitan dengan pengetahuan tentang diri sendiri dari user yang menggunakan sistem pakar kecerdasan emosional ini. Tentang sejauh mana seorang user dapat memahami karakter dirinya sendiri yang dapat diketahui berdasarkan pertanyaan yang diajukan Sistem Pakar. Selanjutnya pertanyaan-pertanyaan yang diajukan berkembang menjadi bersifat lebih luas lagi, seperti bagaimana kita mengatasi stress yang kita alami, bagaimana kita menjalin hubungan dengan orang lain dan sebagainya. Tahapan-tahapan dari sekumpulan pertanyaan ini akan berakhir pada suatu kesimpulan atau keputusan yang diharapkan dapat mencerminkan kualitas kecerdasan emosional seorang user yang menggunakan Sistem Pakar ini
KESIMPULAN
Sistem Pakar Kecerdasan Emosional (EQ) adalah sebuah sistem pakar yang berusaha menyediakan metode atau cara untuk mengetahui sejauh mana keterampilan emosional yang dimiliki user, berdasarkan lima aspek dasar kecerdasan emosi, aplikasi yang digunakan adalah Bordland Delphi 6.0 dengan metode penelusuran kedepan ( foward Chaining), dimana penalaran dimulai dari sekumpulan pertanyaan yang diajukan kepada pemakai yang kemudian dianalisis oleh sistem pakar sehingga diperoleh suatu kesimpulan atas jawaban-jawaban yang diberikan oleh pemakai. Meskipun Sistem Pakar Kecerdasan Emosional (EQ) ini dapat mengetahui sejauh mana keterampilan emosional namun akan lebih baik jika Sistem Pakar Kecerdasan Emosional (EQ) ini terus diperbaharui karena berdasarkan cirinya, sistem pakar dirancang untuk dikembangkan secara bertahap dan berdasarkan definisi sistem pakar sendiri, bahwa kelebihan dari sistem pakar yaitu, didalamnya terdapat basis pengetahuan yang berupa pengetahuan non-formal yang sebagian besar berasal dari pengalaman, bukan dari "text book". Pengetahuan ini diperoleh seorang pakar dari pengalamannya bekerja selama bertaun-taun pada sebuah bidang keahlian tertentu.
Sekian dan terima kasih.
Sumber :
http://library.gunadarma.ac.id/epaper/detail/11939
read more “Skripsi bidang TI yang berhubungan dengan psikologi”
ABSTRAKSI
Masalah Kecerdasan Emosional merupakan masalah yang sudah harus dipertimbangkan dalam hal menentukan potensi diri seseorang. Selama ini, dalam menentukan kualitas kecerdasan atau potensi seseorang selalu berorientasi pada kecerdasan kognitif atau yang sering disebut IQ (Intelligence Quotient). Penulisan skripsi ini bertujuan untuk menunjukkan betapa penting peran Kecerdasan Emosional (EQ) dalam meningkatkan potensi diri seseorang (selain IQ). Implementasi dari hal tersebut adalah melalui Sistem Pakar yang mampu mengestimasi kadar keterampilan emosional seseorang yang kemudian dilanjutkan dengan serangkaian latihan yang ditujukan mengarahkan seseorang sesuai dengan emosinya. Daftar Pustaka (1999 – 2002) iii iv
METODE
Skripsi ini menggunakan sistem pakar sebagai sistemnya. Sistem pakar adalah sebuah perangkat lunak komputer yang memiliki basis pengetahuan untuk domain tertentu dan menggunakan penalaran inferensi menyerupai seorang pakar dalam memecahkan masalah. Kekuatannya terletak pada kemampuannya memecahkan masalah-masalah praktis pada saat pakar berhalangan. Kemampuan sistem pakar ini karena didalamnya terdapat basis pengetahuan yang berupa pengetahuan non-formal yang sebagian besar berasal dari pengalaman, bukan dari "text book". Pengetahuan ini diperoleh seorang pakar dari pengalamannya bekerja selama bertaun-taun pada sebuah bidang keahlian tertentu. Kenyataan bahwa pengetahuan adalah sebuah kekuatan yang tak dapat kita tolak, tetapi pengetahuan yang tidak dapat diterapkan untuk memecahkan masalah yang kita temui sehari-hari adalah percuma. Yang penting adalah pemecahan masalah dari masalah, dan sisitem pakar adalah salah satu jalan untuk mendapatkan pemecahan masalah, secara lebih cepat dan mudah
Ciri-ciri sistem pakar :
- Terbatas pada domain keahlian tertentu
- Dapat memberikan penalaran untuk data-data yang tidak pasti
- Dapat mengemukakan rangkaian alasan-alasan yang diberikannya dengan cara yang dapat dipahami Berdasarkan pada kaidah/rule tertentu
- Dirancang untuk dapat dikembangkan secara bertahap
- Pengetahuan dan mekanisme inferensi jelas terpisah
- Keluarannya bersifat anjuran
- Sistem dapat mengaktifkan kaidah secara searah yang sesuai, dituntun oleh dialog dengan pemakai
Aplikasi yang digunakan untuk membuat sistem pakar ini adalah Bordland Delphi 6.0 yang selanjutnya disingkat Delphi, adalah perangkat lunak untuk menyusun program aplikasi yang berdasarkan pada bahasa pemrograman Pascal dan bekerja dalam lingkungan system operasi Windows. Ada tiga versi Delphi 6.0, diantaranya : Delphi Desktop, Delphi Developer, Delphi Client/Server. Versi-versi tersebut memberikan konektivitas ke dunia luar dengan tingkat yang berbeda. Delphi melayani pemakainya dengan fasilitas yang lengkap, diantaranya dengan disediakannya IDE atau Integreted Development Environtment, Dengan IDE, pemrograman tidak perlu direpotkan dengan pengaksesan fungsi-fungsi yang diperlukan, karena keseluruhan kebutuhan program sudah disediakan dalam satu tampilan
Adapun aspek dasar kecerdasan emosional yang digunakan dalam sistem pakar ini adalah : Kesadaran-Diri Emosional Penyesuaian-Diri/Pengaturan-Diri Motivasi Empati Keterampilan Sosial
Metode penelusuran yang digunakan adalah metode pelacakan ke depan (foward Chaining), dimana penalaran dimulai dari sekumpulan pertanyaan yang diajukan kepada pemakai yang kemudian dianalisis oleh sistem pakar sehingga diperoleh suatu kesimpulan atas jawaban-jawaban yang diberikan oleh pemakai. Jawaban yang diberikan oleh pemakai hanya terdiri dari dua tipe yaitu : "ya" dan "tidak". Adapun teknik penelusurannya menggunakan teknik Deepth-First Search yang melakukan penelusuran secara mendalam dari simpul akar bergerak menurun ke tingkat dalam yang beruntun. Dalam hal ini penelusuran kaidah sudah diawali dari sekumpulan pertanyaan yang bersifat "intrapribadi" yang kemudian berkembang ke pertanyaan-pertanyaan yang lebih "antarpribadi".
Pertanyaan-pertanyaan yang bersifat intrapribadi adalah yang berkaitan dengan pengetahuan tentang diri sendiri dari user yang menggunakan sistem pakar kecerdasan emosional ini. Tentang sejauh mana seorang user dapat memahami karakter dirinya sendiri yang dapat diketahui berdasarkan pertanyaan yang diajukan Sistem Pakar. Selanjutnya pertanyaan-pertanyaan yang diajukan berkembang menjadi bersifat lebih luas lagi, seperti bagaimana kita mengatasi stress yang kita alami, bagaimana kita menjalin hubungan dengan orang lain dan sebagainya. Tahapan-tahapan dari sekumpulan pertanyaan ini akan berakhir pada suatu kesimpulan atau keputusan yang diharapkan dapat mencerminkan kualitas kecerdasan emosional seorang user yang menggunakan Sistem Pakar ini
KESIMPULAN
Sistem Pakar Kecerdasan Emosional (EQ) adalah sebuah sistem pakar yang berusaha menyediakan metode atau cara untuk mengetahui sejauh mana keterampilan emosional yang dimiliki user, berdasarkan lima aspek dasar kecerdasan emosi, aplikasi yang digunakan adalah Bordland Delphi 6.0 dengan metode penelusuran kedepan ( foward Chaining), dimana penalaran dimulai dari sekumpulan pertanyaan yang diajukan kepada pemakai yang kemudian dianalisis oleh sistem pakar sehingga diperoleh suatu kesimpulan atas jawaban-jawaban yang diberikan oleh pemakai. Meskipun Sistem Pakar Kecerdasan Emosional (EQ) ini dapat mengetahui sejauh mana keterampilan emosional namun akan lebih baik jika Sistem Pakar Kecerdasan Emosional (EQ) ini terus diperbaharui karena berdasarkan cirinya, sistem pakar dirancang untuk dikembangkan secara bertahap dan berdasarkan definisi sistem pakar sendiri, bahwa kelebihan dari sistem pakar yaitu, didalamnya terdapat basis pengetahuan yang berupa pengetahuan non-formal yang sebagian besar berasal dari pengalaman, bukan dari "text book". Pengetahuan ini diperoleh seorang pakar dari pengalamannya bekerja selama bertaun-taun pada sebuah bidang keahlian tertentu.
Sekian dan terima kasih.
Sumber :
http://library.gunadarma.ac.id/epaper/detail/11939
Label:
Tugas
Saturday, November 9, 2013
Sistem Informasi Berbasis Komputer dan Artificial Intelligence
SISTEM INFORMASI BERBASIS KOMPUTER
PendahuluanCBIS ( Computer Base Information System ) merupakan system yang digunakan untuk mengolah data menjadi suatu informasi yang berkualitas. CBIS ( Computer Base Information System ) sangat diperlukan oleh perusahaan maupun organisasi yang memerlukan informasi yang akurat dan berkualitas untuk memajukan perusahaan atau organisasi tersebut. CBIS juga memberi kesempatan untuk meningkatkan komunikasi dan pengambilan keputusan dalam suatu organisasi dan perusahaan. Komunikasi ini dapat mempengaruhi keberhasilan atau keakuratan informasi yang dihasilkan oleh CBIS.
Definisi Sistem Informasi Berbasis Komputer
Sistem Informasi Berbasis Komputer atau Computer Based Information System (CBIS) merupakan sistem pengolahan suatu data menjadi sebuah informasi yang berkualitas dan dapat dipergunakan sebagai alat bantu yang mendukung pengambilan keputusan, koordinasi dan kendali serta visualisasi dan analisis. Beberapa istilah yang terkait dengan CBIS antara lain adalah data, informasi, sistem, sistem informasi dan basis komputer. Berikut penjelasan masing-masing istilah tersebut.
Data
Data merupakan deskripsi dari sesuatu dan kejadian yang kita hadapi.Jadi pada intinya, data merupakan kenyataan yang menggambarkan suatu kejadian dan merupakan kesatuan nyata yang nantinya akan digunakan sebagai bahan dasar suatu informasi.
Informasi
Informasi merupakan hasil dari pengolahan data menjadi bentuk yang lebih berguna bagi yang menerimanya yang menggambarkan suatu kejadian-kejadian nyata dan dapat digunakan sebagai alat bantu untuk pengambilan suatu keputusan.
Sistem
Sistem merupakan entitas, baik abstrak maupun nyata, dimana terdiri dari beberapa komponen yang saling terkait satu sama lain. Objek yang tidak memiliki kaitan dengan unsur-unsur dari sebuah sistem bukanlah komponen dari sistem tersebut.
Contoh Aplikasi Sistem Informasi Berbasis Komputer (CBIS)
- SIA (Sistem Informasi Akutansi) : Sebuah sistem informasi mengumpulkan mengklasifikasikan, memproses, menganalisa dan mengkomunikasikan informasi keuangan
- SIM (Sistem Informasi Manajemen) : Sebuah sistem informasi yang selain melakukan semua pengolahan transaksi yang perlu untuk sebuah organisasi, juga memberikan dukungan informasi dan pengolahan untuk fungsi manajemen dan pengambilan keputusannya
- DSS (Decision Support System) : Salah satu aplikasi Sistem Informasi yang menyediakan informasi yang mendukung pengambilan keputusan kepada penggunanya
- OA (Office Automation) : Penggunaan alat elektronik untuk memudahkan komunikasi formal dan informal terutama berkaitan dengan komunikasi informasi dengan orang-orang di dalam dan di luar perusahaan untuk meningkatkan produktivitas kerja
- ES (Expert System) : Sebuah sistem informasi yang memiliki intelegensia buatan (Artificial Intelegent) yang menyerupai intelegensia manusia
Kesimpulan
Sistem informasi berbasis komputer sangat membantu baik perusahaan maupun perorangan untuk mengambil keputusan dan mempermudah dalam mengolah data sehingga menghasilkan data yang lebih akurat
SISTEM PAKAR
Definisi Sistem Pakar
Sistem pakar adalah suatu program komputer yang mengandung pengetahuan dari satu atau lebih pakar manusia mengenai suatu bidang spesifik. Jenis program ini pertama kali dikembangkan oleh periset kecerdasan buatan pada dasawarsa 1960-an dan 1970-an dan diterapkan secara komersial selama 1980-an. Bentuk umum sistem pakar adalah suatu program yang dibuat berdasarkan suatu set aturan yang menganalisis informasi (biasanya diberikan oleh pengguna suatu sistem) mengenai suatu kelas masalah spesifik serta analisis matematis dari masalah tersebut. Tergantung dari desainnya, sistem pakar juga mampu merekomendasikan suatu rangkaian tindakan pengguna untuk dapat menerapkan koreksi. Sistem ini memanfaatkan kapabilitas penalaran untuk mencapai suatu simpulan.
Contoh Aplikasi Sistem Pakar
- Dendral : Mengidentifikasi struktur organik tak dikenal melalui analisa spektrum massa dan ilmu kimia
- Mycin: Identifikasi bakteri penyebab infeksi dan merekomendasikan antiobiotik dengan dosis yang disesuaikan dengan berat tubuh pasien. Dirancang oleh Edward Feigenbaum (Universitas Stanford) th ’70 an.
- Dipmeter Advisor: Digunakan oleh Schlumberger untuk analisis data dalam pengeboran minyak.
- XCON & XSEL : Membantu konfigurasi sistem komputer besar. Dikembangkan oleh Digital Equipment Corporation (DEC) dan Carnegie Mellon Universitas (CMU), akhir ’70 an. Untuk sistem komputer DEC VAC 11 1780
- Sophie : Analisis sirkit elektronik
- Prospector : Digunakan di dalam geologi untuk membantu mencari dan menemukan deposit.
- Didesign oleh Sheffield Research Institute, akhir ‘70an
- Folio : Menbantu memberikan keutusan bagi seorang manajer dalam hal stok broker dan investasi.
- Delta : Pemeliharaan lokomotif listrik disel. Didesign & dikembangkan oleh General Electric Company.
- YESMVS : Membantu operator komputer & mengontrol sistem operasi MVS (multiple virtual storage). Didesign oleh IBM awal th ‘80an
- ACE : SP troubleshooting pd sistem kabel telpon. Didesign & dikembangkan oleh AT&T Bell Lab awal th ‘80an
Kesimpulan
Sistem pakar sangat membantu manusia karena beberapa contoh aplikasinya benar-benar dapat diaplikasikan pada kehidupan manusia karena sistem pakar merupakan sistem yang dibuat oleh para pakar dibidangnya masing-masing
SISTEM PENGAMBIL KEPUTUSAN
Definisi Sistem Pengambilan Keputusan
Sistem Pengambilan Keputusan adalah suatu sistem yang berbasis komputer yang ditujukan untuk membantu pengambil keputusan dengan memanfaatkan data dan model tertentu untuk memecahkan berbagai persoalan yang tidak terstruktur. Istilah SPK mengacu pada suatu sistem yang memanfaatkan dukungan komputer dalam proses pengambilan keputusan.
definisi menurut beberapa ahli :
1. Little (1970)
Sistem pendukung keputusan adalah sebuah himpunan/kumpulan prosedur berbasis model untuk memproses data dan pertimbangan untuk membantu manajemen dalam pembuatan keputusannya.
Keen (1980)
Sistem pendukung keputusan adalah sistem berbasis komputer yang dibangun lewat sebuah proses adaptif dari pembelajaran, pola-pola penggunan dan evolusi sistem.
4. Bonczek (1980)
Sistem pendukung keputusan sebagai sebuah sistem berbasis komputer yang terdiri atas komponen-komponen antara lain komponen sistem bahasa (language), komponen sistem pengetahuan (knowledge) dan komponen sistem pemrosesan masalah (problem processing) yang saling berinteraksi satu dengan yang lainnya.
Contoh Aplikasi Sistem Pengambilan Keputusan
Sistem Informasi Penjualan Kendaraan Bermotor
http://rambutbiru.googlepages.com/sispkb.zip
Sistem Informasi Akademik
http://download.stainbatusangkar.ac.id/oriyu.rar
Sistem Informasi Pustaka
http://sites.google.com/site/riyuniza1/prjdatabase.rar?attredirects=0
Program Visual Basic Sistem Informasi Pendataan dan penunjang Keputusan Aparatur Desa oleh Muhammad Sufri
SPK aparatur Desa
http://www.indowebster.com/wwwriyunizacocc_ta_sufri.html
Kesimpulan
Sistem pengambilan keputusan adalah suatu sistem yang berbasis komputer yang ditujukan untuk membantu pengambil keputusan dan untuk membantu manajemen dalam pembuatan keputusannya yang terdiri atas komponen-komponen antara lain komponen sistem bahasa (language), komponen sistem pengetahuan (knowledge) dan komponen sistem pemrosesan masalah (problem processing) yang saling berinteraksi satu dengan yang lainnya.
ARTIFICIAL INTELLIGENCE
Definisi Artificial Intelligence
Kecerdasan Buatan adalah salah satu cabang Ilmu pengetahuan berhubungan dengan pemanfaatan mesin untuk memecahkan persoalan yang rumit dengan cara yang lebih manusiawi. Hal Ini biasanya dilakukan dengan mengikuti/mencontoh karakteristik dan analogi berpikir dari kecerdasan/Inteligensia manusia, dan menerapkannya sebagai algoritma yang dikenal oleh komputer. Dengan suatu pendekatan yang kurang lebih fleksibel dan efisien dapat diambil tergantung dari keperluan, yang mempengaruhi bagaimana wujud dari perilaku kecerdasan buatan. AI biasanya dihubungkan dengan Ilmu Komputer, akan tetapi juga terkait erat dengan bidang lain seperti Matematika, Psikologi, Pengamatan, Biologi, Filosofi, dan yang lainnya. Kemampuan untuk mengkombinasikan pengetahuan dari semua bidang ini pada akhirnya akan bermanfaat bagi kemajuan dalam upaya menciptakan suatu kecerdasan buatan.
Pengertian lain dari kecerdasan buatan adalah bagian ilmu komputer yang membuat agar mesin komputer dapat melakukan pekerjaan seperti dan sebaik yang dilakukan manusia. Pada awal diciptakannya, komputer hanya difungsikan sebagai alat hitung saja. Namun seiring dengan perkembangan jaman, maka peran komputer semakin mendominasi kehidupan manusia. Komputer tidak lagi hanya digunakan sebagai alat hitung, lebih dari itu, komputer diharapkan untuk dapat diberdayakan untuk mengerjakan segala sesuatu yang bisa dikerjakan oleh manusia.
Manfaat Kecerdasan buatan (AI) dalam kehidupan manusia
1. Dalam bidang kedokteran
AI dapat membantu menganalisis struktur genetika yang sangat kompleks dalam waktu yang sangat singkat, AI dapat digunakan untuk menganalisis suatu penyakit, mencari tahu obat apa yang tepat untuk penyakit tersebut, memilih metode penyembuhan dan mensimulasikan sebab dan akibat dari penyakit tersebut.
2. Dalam bidang perindustrian
Dalam bidang perindsutrian AI dapat meminimalkan tingkat kecelakaan pada pegawai. Misalnya untuk melakukan peleburan terhadap benda-benda logam dengan memasukkan benda-benda tersebut kedalam media peleburan yang memiliki suhu yang sangat tinggi dibutuhkan robot untuk melakukannya dapat dibayangkan jika manusia yang melakukannya kemungkinan terjadinya luka bakar pasti sangat besar. Keuntungan lainnya adalah proses pemindahan pasti akan berlangsung sangat cepat apabila dilakukan oleh robot dibandingkan dengan seorang manusia yang memiliki tenaga yang terbatas.
3. Dalam bidang pertahanan dan keamanan
Dalam bidang pertahan dan keamanan AI dapat digunakan untuk melakukan pendeteksian terhadap ancaman yang datang dapat berupa serangan udara, darat maupun laut. Dengan bantuan AI memungkinkan manusia untuk mendapatkan pemetaan dari serangan-serangan yang masuk, mencari tahu siapa yang melakukan serangan, membuat peta kekuatan serangan, dan menganalisis bagaimana mengatasi serangan-serangan tersebut. Contoh lebih spesifik penggunaan AI dalam bidang pertahanan dan keamanan adalah AI dapat digunakan untuk mendeteksi serangan peluru kendali, menganalisis jenis peluru kendali, berasal dari manakah peluru kendali tersebut, seberapa besar daya ledak peluru kendali tersebut dan menganalisis bagaimana cara mengatasi peluru kendali tersebut.
4. Dalam bidang meteorologi dan geofisika
Dalam bidang ini AI dapat digunakan untuk menganalisis keadaan iklim, mensimulasikan keadaan iklim tersebut dan menganalisis dampak dari perubahan iklim tersebut baik jangka pendek maupun jangka panjang. Hal ini tentu dapat dimanfaatkan oleh manusia untuk mengambil suatu tindakan yang tepat untuk mengatasi perubahan iklim yang terjadi. Contoh lainnya adalah Di daerah amerika yang memiliki potensi munculnya angin tornado yang sangat besar AI dapat digunakan untuk menganalisis pola pergerakan dari angin tersebut, hal ini berdampak untuk meminimalkan jatuhnya korban jiwa akibat angin tornado ini, karena manusia dapat mengambil keputusan yang benar kemanakah mereka harus menjauhi angin tornado tersebut.
Contoh Artificial Intelligence
Beberapa program AI (1956 – 1966)
-Logic Theorist, diperkenalkan pada Dartmouth Conference, dapat membuktikan teorema-teorema matematika •Sad Sam (Robert K Lindsay – 1960), dapat mengetahui kalimat sederhana yang ditulis dalam bahasa Inggris dan mampu memberikan jawaban berdasarkan fakta yang didengar dalam sebuah percakapan •
-ELIZA diprogram Joseph Weizenbaum (1967), mampu memberi terapi terhadap pasien dengan memberikan beberapa pertanyaan
Kesimpulan :
Seiring dengan perkembangan jaman, maka peran komputer semakin mendominasi kehidupan manusia. Komputer tidak lagi hanya digunakan sebagai alat hitung, lebih dari itu, komputer diharapkan untuk dapat diberdayakan untuk mengerjakan segala sesuatu yang bisa dikerjakan oleh manusia seperti membantu manusia dalam hal kedokteran, perindustrian, pertahanan dan keamanan, dan meteorologi dan geofisika
Label:
Tugas
Monday, October 7, 2013
Arsitektur Komputer dan Kognisi Manusia
Arsitektur Komputer
Arsitektur komputer adalah spesifikasi mendetail tentang bagaimana satu set teknologi software dan hardware berinteraksi untuk membentuk sistem komputer atau platform. Secara lebih singkat, arsitektur komputer adalah bagaimana sistem komputer didesain dan teknologi apa saja yang cocok dengan sistem komputer tersebut.Ada dua bagian yang pokok untuk arsitektur komputer, yaitu : instruction-set architecture (ISA)/ arsitektur set istruksi atau software dan hardware-system architecture (HSA)/ arsitektur sistem hardware. ISA meliputi spesifikasi yang menentukan bagaimana programmer bahasa mesin akan berinteraksi dengan komputer. Pada umumnya, komputer dipandang dari segi ISA-nya, yang menentukan sifat komputasional komputer. Sebaliknya, HSA berkaitan dengan subsistem hardware utama komputer, yang meliputi central processing unit(CPU)/ unit pemrosesan sentral, sistem penyimpanan, dan input-output (I/O) system/ sistem input-outputnya (yang merupakan interface komputer terhadap dunia luar). HSA mencakup desain logis dan organisasi arus data dari subsistem, dan oleh karenanya tingkat HSA yang luas akan menjadikan mesin dapat beroprasi secara efisien.
Kognisi Manusia
Istilah kognisi berasal dari bahasa Latin cognoscere yang artinya mengetahui. Kognisi dapat pula diartikan sebagai pemahaman terhadap pengetahuan atau kemampuan untuk memperoleh pengetahuan. Istilah ini digunakan oleh filsuf untuk mencari pemahaman terhadap cara manusia berpikir. Karya Plato dan Aristotle telah memuat topik tentang kognisi karena salah satu tujuan tujuan filsafat adalah memahami segala gejala alam melalui pemahaman dari manusia itu sendiri.
Kognisi adalah seluruh proses dimana input sensorik diubah, dikurangi, dimaknai, disimpan, diambil kembali dan digunakan. Kognisi dipahami sebagai proses mental karena kognisi mencermikan pemikiran dan tidak dapat diamati secara langsung. Oleh karena itu kognisi tidak dapat diukur secara langsung, namun melalui perilaku yang ditampilkan dan dapat diamati.
Proses kognitif menggabungkan antara informasi yang diterima melalui indera tubuh manusia dengan informasi yang telah disimpan di ingatan jangka panjang. Kedua informasi tersebut diolah di ingatan kerja yang berfungsi sebagai tempat pemrosesan informasi. Kapabilitas pengolahan ini dibatasi oleh kapasitas ingatan kerja dan faktor waktu. Proses selanjutnya adalah pelaksanaan tindakan yang telah dipilih. Tindakan dilakukan mencakup proses kognitif dan proses fisik dengan anggota tubuh manusia (jari, tangan, kaki, dan suara). Tindakan dapat juga berupa tindakan pasif, yaitu melanjutkan pekerjaan yang telah dilakukan sebelumnya.
Hubungan antara Arsitektur Komputer dan Kognisi Manusia
Menurut saya keduanya saling berkaitan dimana keduanya mempunyai kesamaan, yaitu sama-sama mengorganisasikan beberapa komponen, jika kita lihat dari segi arsitektur komputer komponen yang termasuk didalamnya adalah software dan hardware dimana software dan hardware tersebut diorganisasikan sehingga berinteraksi untuk membentuk sistem komputer, sedangkan dari kognisi manusia, komponen yang termasuk didalamnya adalah proses mental yaitu proses berpikir manusia dan tindakan manusia yang merupakan hasil dari proses berpikir. Arsitek komputer mungkin melihat bagaimana cara kognisi manusia bekerja lalu mengaplikasikan dalam komputer sehingga kerja komputer menjadi lebih efisien.
Sumber :
http://www.techopedia.com/definition/26757/computer-architecture
http://elearning.gunadarma.ac.id/docmodul/arkomp/bab_1.pdf
http://id.wikipedia.org/wiki/Kognisi
Gambar
http://customedia.com.au/wp-content/uploads/2011/03/customedia-news-cognition.jpg
http://cayfer.bilkent.edu.tr/~cayfer/ctp203/arch2.gif
read more “Arsitektur Komputer dan Kognisi Manusia”
Arsitektur komputer adalah spesifikasi mendetail tentang bagaimana satu set teknologi software dan hardware berinteraksi untuk membentuk sistem komputer atau platform. Secara lebih singkat, arsitektur komputer adalah bagaimana sistem komputer didesain dan teknologi apa saja yang cocok dengan sistem komputer tersebut.Ada dua bagian yang pokok untuk arsitektur komputer, yaitu : instruction-set architecture (ISA)/ arsitektur set istruksi atau software dan hardware-system architecture (HSA)/ arsitektur sistem hardware. ISA meliputi spesifikasi yang menentukan bagaimana programmer bahasa mesin akan berinteraksi dengan komputer. Pada umumnya, komputer dipandang dari segi ISA-nya, yang menentukan sifat komputasional komputer. Sebaliknya, HSA berkaitan dengan subsistem hardware utama komputer, yang meliputi central processing unit(CPU)/ unit pemrosesan sentral, sistem penyimpanan, dan input-output (I/O) system/ sistem input-outputnya (yang merupakan interface komputer terhadap dunia luar). HSA mencakup desain logis dan organisasi arus data dari subsistem, dan oleh karenanya tingkat HSA yang luas akan menjadikan mesin dapat beroprasi secara efisien.
Kognisi Manusia
Istilah kognisi berasal dari bahasa Latin cognoscere yang artinya mengetahui. Kognisi dapat pula diartikan sebagai pemahaman terhadap pengetahuan atau kemampuan untuk memperoleh pengetahuan. Istilah ini digunakan oleh filsuf untuk mencari pemahaman terhadap cara manusia berpikir. Karya Plato dan Aristotle telah memuat topik tentang kognisi karena salah satu tujuan tujuan filsafat adalah memahami segala gejala alam melalui pemahaman dari manusia itu sendiri.
Kognisi adalah seluruh proses dimana input sensorik diubah, dikurangi, dimaknai, disimpan, diambil kembali dan digunakan. Kognisi dipahami sebagai proses mental karena kognisi mencermikan pemikiran dan tidak dapat diamati secara langsung. Oleh karena itu kognisi tidak dapat diukur secara langsung, namun melalui perilaku yang ditampilkan dan dapat diamati.
Proses kognitif menggabungkan antara informasi yang diterima melalui indera tubuh manusia dengan informasi yang telah disimpan di ingatan jangka panjang. Kedua informasi tersebut diolah di ingatan kerja yang berfungsi sebagai tempat pemrosesan informasi. Kapabilitas pengolahan ini dibatasi oleh kapasitas ingatan kerja dan faktor waktu. Proses selanjutnya adalah pelaksanaan tindakan yang telah dipilih. Tindakan dilakukan mencakup proses kognitif dan proses fisik dengan anggota tubuh manusia (jari, tangan, kaki, dan suara). Tindakan dapat juga berupa tindakan pasif, yaitu melanjutkan pekerjaan yang telah dilakukan sebelumnya.
Hubungan antara Arsitektur Komputer dan Kognisi Manusia
Menurut saya keduanya saling berkaitan dimana keduanya mempunyai kesamaan, yaitu sama-sama mengorganisasikan beberapa komponen, jika kita lihat dari segi arsitektur komputer komponen yang termasuk didalamnya adalah software dan hardware dimana software dan hardware tersebut diorganisasikan sehingga berinteraksi untuk membentuk sistem komputer, sedangkan dari kognisi manusia, komponen yang termasuk didalamnya adalah proses mental yaitu proses berpikir manusia dan tindakan manusia yang merupakan hasil dari proses berpikir. Arsitek komputer mungkin melihat bagaimana cara kognisi manusia bekerja lalu mengaplikasikan dalam komputer sehingga kerja komputer menjadi lebih efisien.
Sumber :
http://www.techopedia.com/definition/26757/computer-architecture
http://elearning.gunadarma.ac.id/docmodul/arkomp/bab_1.pdf
http://id.wikipedia.org/wiki/Kognisi
Gambar
http://customedia.com.au/wp-content/uploads/2011/03/customedia-news-cognition.jpg
http://cayfer.bilkent.edu.tr/~cayfer/ctp203/arch2.gif
Label:
Tugas
Sunday, May 5, 2013
Logoterapi
Logoterapi
Sejarah
Logoterapi dikemukakan oleh Viktor Emile Frankl. Frankl lahir pada tanggal 26 Maret 1905 di Wina dari pasangan Gabriel Frankl dan Elsa Frankl. Frankl yang merupakan anak kedua dari tiga bersaudara dibesarkan dalam keluarga yang religius dan berpendidikan. Ibunya seorang Yahudi yang taat, dan Ayahnya merupakan pejabat Departemen Sosial yang banyak menaruh perhatian pada kesejahteraan sosial. Frankl menaruh minat yang besar terhadap persoalan spiritual, khususnya berkenaan dengan makna hidup (Koeswara, 1992).
Pengertian
Logoterapi secara umum dapat digambarkan sebagai corak psikologi/psikiatri yang mengakui adanya dimensi kerohanian pada manusia di samping dimensi ragawi dan kejiwaan, serta beranggapan bahwa makna hidup (the meaning of life) dan hasrat untuk hidup bermakna (the will of meaning) merupakan motivasi utama manusia guna meraih taraf kehidupan bermakna (the meaningful life) yang didambakannya.
Asas-asas utama logoterapi yang menjadi inti dari terapi ini, yaitu:
1. Hidup itu memiliki makna (arti) dalam setiap situasi, bahkan dalam penderitaan dan kepedihan sekalipun. Makna adalah sesuatu yang dirasakan penting, benar, berharga dan didambakan serta memberikan nilai khusus bagi seseorang dan layak dijadikan tujuan hidup.
2. Setiap manusia memiliki kebebasan – yang hampir tidak terbatas – untuk menentukan sendiri makna hidupnya. Dari sini kita dapat memilih makna atas setiap peristiwa yang terjadi dalam diri kita, apakah itu makna positif atupun makna yang negatif. Makna positif ini lah yang dimaksud dengan hidup bermakna.
3. Setiap manusia memiliki kemampuan untuk mangambil sikap terhadap peristiwa tragis yang tidak dapat dielakkan lagi yang menimpa dirinya sendiri dan lingkungan sekitar. Contoh yang jelas adalah seperti kisah Imam Ali diatas, ia jelas-jelas mendapatkan musibah yang tragis, tapi ia mampu memaknai apa yang terjadi secara positif sehingga walaupun dalam keadaan yang seperti itu Imam tetap bahagia.
Tahapan Konseling Logoterapi
Ada empat tahap utama didalam proses konseling logterapi diantaranya adalah:
1. Tahap perkenalan dan pembinaan rapport. Pada tahap ini diawali dengan menciptakan suasana nyaman untuk konsultasi dengan pembina rapport yang makin lama makin membuka peluang untuk sebuah encounter. Inti sebuah encounter adalah penghargaan kepada sesama manusia, ketulusan hati, dan pelayanan. Percakapan dalam tahap ini tak jarang memberikan efek terapi bagi konseli.
2. Tahap pengungkapan dan penjajagan masalah. Pada tahap ini konselor mulai membuka dialog mengenai masalah yang dihadapi konseli. Berbeda dengan konseling lain yang cenderung membeiarkan konseli “sepuasnya” mengungkapkan masalahnya, dalam logoterapi konseli sejak awal diarahkan untuk menghadapi masalah itu sebagai kenyataan.
3. Pada tahap pembahasan bersama, konselor dan konseli bersama-sama membahas dan menyamakan persepsi atas masalah yang dihadapi. Tujuannya untuk menemukan arti hidup sekalipun dalam penderitaan.
4. Tahap evaluasi dan penyimpulan mencoba memberi interpretasi atas informasi yang diperoleh sebagai bahan untuk tahap selanjutnya, yaitu perubahan sikap dan perilaku konseli. Pada tahap-tahap ini tercakup modifikasi sikap, orientasi terhadap makna hidup, penemuan dan pemenuhan makna, dan pengurangan symptom.
Sumber : http://jofipasi.wordpress.com/2010/02/12/viktor-frankl-and-logotherapy/ & http://adipsi.blogspot.com/2011/04/logoterapi.html
Label:
Tugas
Terapi Behavioristik
Terapi tingkah laku adalah pendekatan penerapan aneka ragam teknik dan prosedur yang berlandaskan pada berbagai teori tentang belajar dalam usaha melakukan pengubahan tingkah laku. Dalam penyelesaian masalah, kondisi masalah harus dispesifikkan. Saat ini, bentuk pendekatan ini banyak di gunakan karena penekanannya pada perubahan tingkah laku dimana tingkah laku tersebut bisa didefinisikan secara operasional, diamati dan diukur.
Konsep dasar teori Behavioral
Konselor behavioral membatasi perilaku sebagai fungsi interaksi antara pembawaan dengan lingkungan. Perilaku yang dapat diamati merupakan suatu kepedulian utama dari para konselor sebagai kriteria pengukuran keberhasilan konseling. Manusia menurut pandangan ini bukan hasil dari dorongan tidak
sadar seperti yang dikemukakan oleh Sigmund Freud.
Dalam konsep bahvioral, perilaku manusia merupakan hasil belajar, sehingga dapat diubah dengan memanipulasi dan mengkreasi kondisi-kondisi belajar. Pada dasarnya, proses konseling merupakan suatu penataan proses atau pengalaman belajar untuk membantu individu mengubah perilakunya agar
dapat memecahkan masalahnya.
Thoresen (Shertzer & Stone, 1980) sebagaimana dikutip oleh Surya
(1988), memberi ciri-ciri konseling behavioral sebagai berikut:
1. Kebanyakan perilaku manusia dapat dipelajari dan karena itu dapat dirubah.
2. Perubahan-perubahan khusus terhadap lingkungan individual dapat
membantu dalam merubah perilaku-perilaku yang relevan; prosedurprosedur konseling berusaha membawa perubahan-perubahan yang relevan dalam perilaku klien dengan merubah lingkungan.
3. Prinsip-prinsip belajar sosial, seperti misalnya “reinforcement” dan “social modeling”, dapat digunakan untuk mengembangkan prosedur-prosedur konseling.
4. Keefektifan konseling dan hasil konseling dinilai dari perubahan-perubahan dalam perilaku-perilaku khusus klien diluar wawancara konseling.
5. Prosedur-prosedur konseling tidak statik, tetap, atau ditentukan sebelumnya, tetapi dapat secara khusus didisain untuk membantu klien dalam memecahkan masalah khusus.
Metode Konseling Behavioral
Mengenai metode konseling behavioral, Kumboltz mengkategorikan
menjadi empat pendekatan yaitu pendekatam : (1) Operant Learning, (2) Cognitive Learning, dan (3) Emotional learning.
a. Metode Operant Learning
Dari pendekatan operant learning yang paling penting adalah penguatan (reinforcement) yang dapat menghasilkan perilaku klien yang dikehendaki. Konselor diharapkan dapat memanfaatkan situasi diluar klien untuk memperkuat perilaku klien yang dikehendaki, sehingga dapat menentukan saat yang tepat untuk memberikan penguatan pada klien. Dalam menerapkan penguatan ini ada empat hal yang harus diperhatikan yaitu: (1) penguatan yang di terapkan hendaknya memiliki cukup kemungkinan untuk mendorong klien, (2) penguatan hendaknya dilaksanakan secara sistematis, (3) konselor harus mengetahui kapan dan bagaimana memberikan penguatan, dan (4) konselor harus dapat merancang perilaku yang memerlukan penguatan.(Surya, 1988)
b. Metode Cognitif Learning
Merupakan metode pengajaran secara verbal, kontrak antara konselor dengan klien, dan bermain peranan. Metode ini lebih menekankan pada aspek perubahan kognitif klien dalam upaya membentu klien dalam memecahkan masalahnya. Tujuan utama dalam metode kognitif adalah : (1) membangkitkan pikiranpikiran pasien, dialog internal atau bicara diri (self talk), dan interpretasi terhadap kehadian-kejadian yang dialami, (2) konselor bersama klien mengumpulkan bukti yang mendukung atau menyanggah interpretasiinterpretasi yang telah diambil, (3) menyusun dengan eksperimen (pekerjaan rumah) untuk menguji validitas interpretasi dan menjaring data tambahan untuk diskusi didalam proses perlakuan konseling. Konseling kognitif khususnya diarahkan untuk memunculkan kesalahankesalahan atau kesesatan-kesesatan didalam berpikir. Contoh kesalahan
adalah:
1. Berpikir Dikotomik. Yaitu berpikir yang serba ekstrem tanpa penilaian atau
pendapat realativistik ditengah-tengah (hitam vs putih, semuanya vs tidak
sama sekali).
2. Abstraksi selektif, pemisahan sebagian kecil dari sitausi keseluruhan
dengan mengabaikan sisa bagian yang jauh lebih besar atau penting,.
3. Inferensi arbitrer (sembarangan, tidak semena-mena), yaitu menarik
kesimpulan yang merupakan inferensi dari bukti-bukti yang tidak relevan.
4. Overgeneralisasi, yaitu menyimpulkan suatu kejadian negatif yang khusus,
sebagai kejadian negatif secara keseluruhan.
5. Catastropishing, yaitu berpikir hal yang paling buruk dalam suatu
situasi.(Retnowati, 2002)
Teknik konseling
Ada beberapa teknik konseling behavioral sebagaimana diungkapkan oleh Gerald Corey (1995) yang dapat diterapkan pada klien kecemasan antara lain:
a. Desensitisasi sistematik
Asumsi dasar yang mendasari teknik desensitisasi sistematika adalah bahwa responsi terhadap kecemasan itu dapat dipelajari atau dikondisikan, dan bisa dicegah dengan memberi subtitusi berupa suatu aktivitas yang
sifatnya memusuhinya. Stimulus yang menghasilkan kecemasan berkali-kali dilakukan dengan latihan bersantai sampai hubungan antara stimulusstimulus serta responsi terhadap kecemasan itu terhapus. Moris (1986) membuat garis besar tentang desensitisasi sistematik menjadi tiga langkah:
1. Latihan bersantai
Selama bebrapa sesi permulaan klien diberi pelajaran bagaimana caranya bersantai. Sasarannya adalah agar oto-otot menjadi kendor dan mental menjadi santai dan mudah dipelajari. Setelah klien belajar bersantai, maka yang terpenting adalah klien mempraktekannya seriap hari agar bisa mendapatkan hasil yang maksimal.
2. Pengembangan hierarki kecemasan.
Stimulus yang menyulut kecemasan pada kawasan tertentu seperti penolakan, kecemburuan, kritikan, ketidaksetujuan, atau fobia yang lain, dianalisis. Konselor menyusun daftar urutan situasi yang menyulut timbulnya kecemasan dan penampikkan yang makin meningkat. Hierarki itu diatur dalam urutan-urutan mulai dari situasi yang terburuk yang bisa dibayangkan oleh klien sampai kesituasi yang menimbulkan kecemasan
yang paling sedikit.
3. Disentisiasi sistematik yang tepat.
Proses desentisisasi dimulai dengan klien yang telah santai dengan sempurna dengan mata tertutup. Skenario netral dikemukakan, dan klien diminta untuk membayangkannya. Apabila klien tetap santai, diminta untuk membayangkan skenario yang paling sedikit manimbulkan kecemasan dalam hirarki kecemasan yang telah dikembangkan. Konselor bergerak maju dalam hierarki sampai klien memberi isyarat bahwa pada situasi itulah klien mengalami kecemasan dan pada saat itu skenario dihentikan. Kemudian pengendoran ketegangan dimulai lagi, dan klien melanjutkan naik kehierarki diatasnya. Penanganan berhenti manakala klien tetapdalam keadaan santai pada saat ia membayangkan skenario dimana dulu pernah merupakan keadaan yang paling banyak mengganggu dan menimbulkan kecemasan.
4. Metode Pemodelan
Istilah pemodelan, juga berarti belajar dengan mengamati menirukan, dan belajar sosialisasi. Permodelan adalah proses berbuat yang dilakukan oleh perilaku seseorang individu atau kelompok (model) sebagai stimulus terjadinya pikiran, sikap, dan perilaku yang serupa dipihak pengamat. Melalui proses belajar dengan mengamati klien sendiri bisa belajar untuk menunjukan perbuatan yang dikehendaki tanpa harus belajar lewat trial and eror.
5. Mengelolola diri sendiri
Watson dan Trap memberikan sebuah model yang didesain untuk perubahan yang diarahkan sendiri, yaitu ada empat tahap:
a. Penyaringan sasaran
b. Menerjemahkan sasaran menjadi perilaku yang diinginkan
c. Memantau perkembangan diri sendiri
d. Menyelesaikan rencana perubahan.
Selain keempat langkah itu ada metode penguatan diri sendiri yang sangat mendukung dalam keberhasilan proses konseling. Penggunaan penguatan untuk merubah perilaku adalah memilih pengganjaran pada diri
sendiri yang tepat, yaitu memberi motivasi secara pribadi.(Rahmat, 2000)
sumber : http://enamkonselor.files.wordpress.com/2012/05/behavioristiktherapy1.pdf
Label:
Tugas
Tuesday, April 23, 2013
Rational Emotive Theraphy
Latar Belakang Sejarah
ALBERT ELLIS (lahir 1913) lahir di Pittsburgh tetapi melarikan diri ke belantara New York pada usia 4 tahun dan selanjutnya tinggal di sana (kecuali setahun ketika ia tinggal di New Jersey) sejak itu. Pada masa kanak-kanak ia sembilan kali dirawat di rumah sakit, sebagian besar karena gangguan nephtitis, dan kemudian berkembang menjadi renal glycosuria pada usia 19 tahun dan diabetes pada usia 40 tahun. Tetapi dengan ketangguhannya memelihara kesehatannya dan tidak mau meratapi akan keadaan kesehatannya yang buruk itu dia bisa menikmati kehidupan yang penuh energi.
Karena menyadari akan ketrampilannya memberikan konsultasi kepada orang banyak, dan juga merasakan betapa ia menikmatinya maka iapun bertekad untuk menjadi psikolog. Delapan tahun setelah kelulusannya daro College dia masuk matrikulasi program psikologi klinis di Teachers College,Columbia. Dia memulai prakteknya dalam bidang perkawinan, keluarga, dan terapi seks. Karena percaya bahwa psikoanalisis adalah bentuk terapi yang paling dalam mala Elis dianalisis dan disupervisi oleh aliran Karen Horney. Dari tahun 1947 sampai 1953 dia mempraktekkan analisis klasik dan psikoterapi yang berorientasi pada analisis.
Setelah dia sampai pada kesimpulan bahwa psikoanalisis itu secara relatif merupakan bentuk penanganan yang semu dan tidak ilmiah maka diapun bereksperimen dengan beberapa sistem yang lain. Pada awal tahun 1955 dia menggabungkan terapi humanistik, filosofis, dan behavioral menjadi terapi rasional-emotif (TRE). Ellis berhak menyandang gelar ayahnya TRE dan kakeknya terapi kognitif behavioral. Dalam sebuah wawancara dia ditanya sebagai apa kiranya ia ingin dikenang setelah kematiannya nanti.
Dalam bidang psikoterapi, saya ingin dikatakan sebagai tokoh teoritikus dan terapis perintis dari kognitif dan kognitif behavioral, bahwa saya telah berjuang keras agar kognisi diterima dalam psikoterapi, dan bahwa, sebagaian besar sebagai hasil usaha saya, akhirnya diterima juga, biarpun agak terlambat (Dryden, 1989, dalam Corey, 1986)
Sampai ke tingkat tertentu Ellis mengembangkan pendekatannya sebagai suatu metode penanganan masalahnya sendiri selama masa mudanya. Dalam salah satu segi hidupnya, misalnya dia merasa ketakutan yang berlebihan untuk bicara di depan orang banyak. Pada masa adolesen dia sangat pemalu di hadapan anak perempuan. Pada usia 19 tahun dia paksakan dirinya untuk bicara dengan 100 orang gadis di Bronx Botanical Garden dalam jangka waktu sebulan. Biarpun dia tidak pernmah berhasil untuk berkencan dengan seseorang dalam pertemuannya yang singkat itu ia melaporkan bahwa ia telah mengdesensitisasi dirinya sendiri terhadap rasa takutnya ditolak wanita. Dengan mengaplikasikan metode kognitif behavioral dia telah berhasil mengalahkan beberapa dari rintangannya yang paling buruk (Ellis, 1962, 1979c). lagi pula, dia telah belajar betapa dia benar-benar menikkmati berbicara di depan umum dan beberapa aktifitas yang lain yang dulunya pernah ia risaukan.
Orang yang mendengarkan kuliah Ellis sering berkomentar tentang gayanya yang bisa membangkitkan pertengkaran, penuh humor dan flamboyan (Dryden, 1989 dalam Corey, 1986). Dia memang melihat dirinya sendiri sebagai yang paling bisa menimbulkan pertengkaran dari orang lannya dalam loka karyanya, dan ia juga menganggap dirinya sebagai penuh humor dan dalam beberapa hal mengejutkan. Dalam lokakaryanya nampaknya dia menikmati kebiasaannya untuk mengungkapkan kesksentrikannya. Dia menikmati pekerjaannya, sesuatu yang merupakan komitmennya yang paling utama dalam hidupnya.
Ellis adalah orang yang sangat produktif dan penuh gairah dan tak ayal lagi ia merupakan penulis dalam bidang konseling dan psikoterapi yang paling lincah. Di dalam kesibukannya sebagai seorang profesional dia masih menerima klien sampai sejumlah 80 orang seminggu dan mengadakan 5 sesi terapi kelompok setiap minggu, dan berbicara sebanyak 200 kali dalam loka karya bagi masyarakat umum yang ia adakan setiap tahun. Dia telah menerbitkan buku lebih dari 50 judul dan menulis lebih dari 600 artikel, sebagian besar tentang teori TRE dan pengaplikasiannya.
2. Konsep dasar teori konseling Rational Emotive Teori konseling kognitif lain dalam teori perilaku adalah teori Rationalemotive. Konsep dasar teori ini adalah bahwa pola berpikir manusia itu sangat dipengaruhi oleh emosi, demikian pula sebaliknya. Emosi adalah pikiran yang dialihkan dan diprasangkakan atau sebagai suatu proses sikap dan kognitif yang intrinsik. Sedangkan pikiran-pikiran seseorang dapat menjadi emosi seseorang dan merasakan sesuatu dalam situasi tertentu pikiran seseorang.(Surya, 1988)
Teori Kepribadian Pandangan tentang Sifat Manusia TRE adalah aliran psikoterapi yang berlandaskan asumsi bahwa manusia dilahirkan dengan potensi, baik untuk berpikir rasional dan jujur maupun untuk berpikir irasional dan jahat. Manusia memiliki kecenderungan-kecenderungan untuk memelihara diri, berbahagia, berpikir dan mengatakan, mencintai, bergabung dengan orang lain, serta tumbuh dan mengaktualkan diri. Akan tetapi, manusia juga memiliki kecenderungan-kecenderungan ke arah menghancurkan diri, menghindari pemikiran, berlambat-lambat, menyesali kesalahan-kesalahan secara tak berkesudahan, takhyul, intoleransi, perfeksionisme dan mencela diri, serta menghindari pertumbuhan dan dan aktualisasi diri. Manusia pun berkecenderungan untuk terpaku pada pola-pola tingkah laku lama yang disfungsional dan mencari berbagai cara untuk terlibat dalam sabotase diri.
Manusia tidak ditakdirkan untuk menjadi korban pengkondisian awal. TRE menegaskan bahwa manusia memiliki sumber-sumber yang tidak terhingga bagi aktualisasi potensi-potensi dirinya dan bisa mengubah ketentuan-ketentuan pribadi dan masyarakatnya. Bagaimanapun, menurut TRE, manusia dilahirkan dengan kecenderungan untuk mendesakkan pemenuhan keinginan-keinginan, tuntutan-tuntutan, hasrat-hasrat, dan kebutuhan-kebutuhan dalam hidupnya. Jika tidak segera mencapai apa yang diinginkannya, manusia mempersalahkan dirinya sendiri ataupun orang lain (Ellis, 1973a, hlm. 175-176)
TRE menekankan bahwa manusia berpikir, beremosi, dan bertindak secara stimultan. Jarang manusia beremosi tanpa berpikir, sebab perasaan-perasaan biasanya oleh persepsi atas suatu situasi yang spesifik. Sebagaimana dinyatakan oleh Ellis (1973, hlm.313), “ketika mereka beremosi, mereka juga berpikir dan bertindak. Ketika mereka bertindak, mereka juga berpikir dan beremosi. Ketika mereka berpikir, mereka juga beremosi dan bertindak. Dalam rangka memahami tingkah laku menolak diri, orang harus memahami bagaimana seseorang beremosi, berpikir, mempersepsi, dan bertindak.
Tentang sifat manusia, Ellis (1967, hlm.79-80) menyatakan bahwa baik pendekatan psikoanalitik Freudian maupun pendekatan eksistensial telah keliru dan bahwa metodologi-metodologi yang dibangun di atas kedua system psikoterapi tersebut tidak efektif dan tidak memadai. Ellis menandaskan bahwa pandangan Freudian tentang manusia itu keliru karena pandangan eksistensial humanistic tentang manusia, sebagian benar. Menurut Ellis, manusia bukanlah makhluk yang sepenuhnya ditentukan secara biologis dan didorong oleh nalurinaluri. Ia melihat individu sebagai makhluk unik dan memiliki kekuatan untuk memahami keterbatasan-keterbatasan, untuk mengubah pandangan-pandangan dan nilai-nilai dasar yang telah diintroyeksikan secara tidak kritis pada masa kanak-kanak, dan untuk mengatasi kecenderungan-kecenderungan menolak diri sendiri.
Teknik Konseling Rational-Emotive
a. Teknik Emotive
Menurut Corey (1995) ada beberapa teknik emotif, yaitu: (1) asertive training; digunakan untuk melatih, mendorong dan membiasakan klien untuk secara terus menerus menyesuaikan dirinya dengan pola perilaku sesuai dengan yang diinginkannya, (2) sosiodrama; digunakan untuk mengekspresikan berbagai jenis perasaan yang menekan klien (perasaanperasaan negatif) melalui suatu suasana yang dramatisasikan sehingga klien dapat secara bebas mengungkapan dirinya sendiri baik secara lisan, tulisan ataupun melalui gerakan-gerakan dramatis, (3) self modeling, digunakan dengan meminta klien untuk berjanji atau mengadakan komitmen dengan konselor untuk menghilangkan perasaan atau perilaku tertentu. (4) irnitasi,digunakan dimana klien diminta untuk menirukan secara terus menerus suatu model perilaku tertentu dengan maksud menghadapi perilakunya sendiri yang negatif.
b. Teknik Behavioristik
Ada dua teknik behavioristik yaitu; (1). Reinforment, digunakan untuk mendorong klien kearah perilaku yang lebih rasional dan logis dengan jalan memberikan pujian verbal ataupun punishment, (2) Social modeling, digunakan untuk menggambarkan perilaku –perilaku tertentu, khususnya situasi-situasi interpersonal yang kompleks dalam bentuk percakapan sosial, interaksi dengan memecahkan masalah-masalah.
c. Teknik Kognitif
Teknik kognitif yang cukup dikenal adalah Home Work Assigment atau teknik tugas rumah, digunakan agar klien dapat membiasakan diri serta menginternalisasikan sistem nilai tertentu yang menuntun pola perilaku yang diharapkan.(Corey, 1995)
sumber : http://enamkonselor.files.wordpress.com/2012/05/rationalemotivetherapy.pdf
read more “Rational Emotive Theraphy”
ALBERT ELLIS (lahir 1913) lahir di Pittsburgh tetapi melarikan diri ke belantara New York pada usia 4 tahun dan selanjutnya tinggal di sana (kecuali setahun ketika ia tinggal di New Jersey) sejak itu. Pada masa kanak-kanak ia sembilan kali dirawat di rumah sakit, sebagian besar karena gangguan nephtitis, dan kemudian berkembang menjadi renal glycosuria pada usia 19 tahun dan diabetes pada usia 40 tahun. Tetapi dengan ketangguhannya memelihara kesehatannya dan tidak mau meratapi akan keadaan kesehatannya yang buruk itu dia bisa menikmati kehidupan yang penuh energi.
Karena menyadari akan ketrampilannya memberikan konsultasi kepada orang banyak, dan juga merasakan betapa ia menikmatinya maka iapun bertekad untuk menjadi psikolog. Delapan tahun setelah kelulusannya daro College dia masuk matrikulasi program psikologi klinis di Teachers College,Columbia. Dia memulai prakteknya dalam bidang perkawinan, keluarga, dan terapi seks. Karena percaya bahwa psikoanalisis adalah bentuk terapi yang paling dalam mala Elis dianalisis dan disupervisi oleh aliran Karen Horney. Dari tahun 1947 sampai 1953 dia mempraktekkan analisis klasik dan psikoterapi yang berorientasi pada analisis.
Setelah dia sampai pada kesimpulan bahwa psikoanalisis itu secara relatif merupakan bentuk penanganan yang semu dan tidak ilmiah maka diapun bereksperimen dengan beberapa sistem yang lain. Pada awal tahun 1955 dia menggabungkan terapi humanistik, filosofis, dan behavioral menjadi terapi rasional-emotif (TRE). Ellis berhak menyandang gelar ayahnya TRE dan kakeknya terapi kognitif behavioral. Dalam sebuah wawancara dia ditanya sebagai apa kiranya ia ingin dikenang setelah kematiannya nanti.
Dalam bidang psikoterapi, saya ingin dikatakan sebagai tokoh teoritikus dan terapis perintis dari kognitif dan kognitif behavioral, bahwa saya telah berjuang keras agar kognisi diterima dalam psikoterapi, dan bahwa, sebagaian besar sebagai hasil usaha saya, akhirnya diterima juga, biarpun agak terlambat (Dryden, 1989, dalam Corey, 1986)
Sampai ke tingkat tertentu Ellis mengembangkan pendekatannya sebagai suatu metode penanganan masalahnya sendiri selama masa mudanya. Dalam salah satu segi hidupnya, misalnya dia merasa ketakutan yang berlebihan untuk bicara di depan orang banyak. Pada masa adolesen dia sangat pemalu di hadapan anak perempuan. Pada usia 19 tahun dia paksakan dirinya untuk bicara dengan 100 orang gadis di Bronx Botanical Garden dalam jangka waktu sebulan. Biarpun dia tidak pernmah berhasil untuk berkencan dengan seseorang dalam pertemuannya yang singkat itu ia melaporkan bahwa ia telah mengdesensitisasi dirinya sendiri terhadap rasa takutnya ditolak wanita. Dengan mengaplikasikan metode kognitif behavioral dia telah berhasil mengalahkan beberapa dari rintangannya yang paling buruk (Ellis, 1962, 1979c). lagi pula, dia telah belajar betapa dia benar-benar menikkmati berbicara di depan umum dan beberapa aktifitas yang lain yang dulunya pernah ia risaukan.
Orang yang mendengarkan kuliah Ellis sering berkomentar tentang gayanya yang bisa membangkitkan pertengkaran, penuh humor dan flamboyan (Dryden, 1989 dalam Corey, 1986). Dia memang melihat dirinya sendiri sebagai yang paling bisa menimbulkan pertengkaran dari orang lannya dalam loka karyanya, dan ia juga menganggap dirinya sebagai penuh humor dan dalam beberapa hal mengejutkan. Dalam lokakaryanya nampaknya dia menikmati kebiasaannya untuk mengungkapkan kesksentrikannya. Dia menikmati pekerjaannya, sesuatu yang merupakan komitmennya yang paling utama dalam hidupnya.
Ellis adalah orang yang sangat produktif dan penuh gairah dan tak ayal lagi ia merupakan penulis dalam bidang konseling dan psikoterapi yang paling lincah. Di dalam kesibukannya sebagai seorang profesional dia masih menerima klien sampai sejumlah 80 orang seminggu dan mengadakan 5 sesi terapi kelompok setiap minggu, dan berbicara sebanyak 200 kali dalam loka karya bagi masyarakat umum yang ia adakan setiap tahun. Dia telah menerbitkan buku lebih dari 50 judul dan menulis lebih dari 600 artikel, sebagian besar tentang teori TRE dan pengaplikasiannya.
2. Konsep dasar teori konseling Rational Emotive Teori konseling kognitif lain dalam teori perilaku adalah teori Rationalemotive. Konsep dasar teori ini adalah bahwa pola berpikir manusia itu sangat dipengaruhi oleh emosi, demikian pula sebaliknya. Emosi adalah pikiran yang dialihkan dan diprasangkakan atau sebagai suatu proses sikap dan kognitif yang intrinsik. Sedangkan pikiran-pikiran seseorang dapat menjadi emosi seseorang dan merasakan sesuatu dalam situasi tertentu pikiran seseorang.(Surya, 1988)
Teori Kepribadian Pandangan tentang Sifat Manusia TRE adalah aliran psikoterapi yang berlandaskan asumsi bahwa manusia dilahirkan dengan potensi, baik untuk berpikir rasional dan jujur maupun untuk berpikir irasional dan jahat. Manusia memiliki kecenderungan-kecenderungan untuk memelihara diri, berbahagia, berpikir dan mengatakan, mencintai, bergabung dengan orang lain, serta tumbuh dan mengaktualkan diri. Akan tetapi, manusia juga memiliki kecenderungan-kecenderungan ke arah menghancurkan diri, menghindari pemikiran, berlambat-lambat, menyesali kesalahan-kesalahan secara tak berkesudahan, takhyul, intoleransi, perfeksionisme dan mencela diri, serta menghindari pertumbuhan dan dan aktualisasi diri. Manusia pun berkecenderungan untuk terpaku pada pola-pola tingkah laku lama yang disfungsional dan mencari berbagai cara untuk terlibat dalam sabotase diri.
Manusia tidak ditakdirkan untuk menjadi korban pengkondisian awal. TRE menegaskan bahwa manusia memiliki sumber-sumber yang tidak terhingga bagi aktualisasi potensi-potensi dirinya dan bisa mengubah ketentuan-ketentuan pribadi dan masyarakatnya. Bagaimanapun, menurut TRE, manusia dilahirkan dengan kecenderungan untuk mendesakkan pemenuhan keinginan-keinginan, tuntutan-tuntutan, hasrat-hasrat, dan kebutuhan-kebutuhan dalam hidupnya. Jika tidak segera mencapai apa yang diinginkannya, manusia mempersalahkan dirinya sendiri ataupun orang lain (Ellis, 1973a, hlm. 175-176)
TRE menekankan bahwa manusia berpikir, beremosi, dan bertindak secara stimultan. Jarang manusia beremosi tanpa berpikir, sebab perasaan-perasaan biasanya oleh persepsi atas suatu situasi yang spesifik. Sebagaimana dinyatakan oleh Ellis (1973, hlm.313), “ketika mereka beremosi, mereka juga berpikir dan bertindak. Ketika mereka bertindak, mereka juga berpikir dan beremosi. Ketika mereka berpikir, mereka juga beremosi dan bertindak. Dalam rangka memahami tingkah laku menolak diri, orang harus memahami bagaimana seseorang beremosi, berpikir, mempersepsi, dan bertindak.
Tentang sifat manusia, Ellis (1967, hlm.79-80) menyatakan bahwa baik pendekatan psikoanalitik Freudian maupun pendekatan eksistensial telah keliru dan bahwa metodologi-metodologi yang dibangun di atas kedua system psikoterapi tersebut tidak efektif dan tidak memadai. Ellis menandaskan bahwa pandangan Freudian tentang manusia itu keliru karena pandangan eksistensial humanistic tentang manusia, sebagian benar. Menurut Ellis, manusia bukanlah makhluk yang sepenuhnya ditentukan secara biologis dan didorong oleh nalurinaluri. Ia melihat individu sebagai makhluk unik dan memiliki kekuatan untuk memahami keterbatasan-keterbatasan, untuk mengubah pandangan-pandangan dan nilai-nilai dasar yang telah diintroyeksikan secara tidak kritis pada masa kanak-kanak, dan untuk mengatasi kecenderungan-kecenderungan menolak diri sendiri.
Teknik Konseling Rational-Emotive
a. Teknik Emotive
Menurut Corey (1995) ada beberapa teknik emotif, yaitu: (1) asertive training; digunakan untuk melatih, mendorong dan membiasakan klien untuk secara terus menerus menyesuaikan dirinya dengan pola perilaku sesuai dengan yang diinginkannya, (2) sosiodrama; digunakan untuk mengekspresikan berbagai jenis perasaan yang menekan klien (perasaanperasaan negatif) melalui suatu suasana yang dramatisasikan sehingga klien dapat secara bebas mengungkapan dirinya sendiri baik secara lisan, tulisan ataupun melalui gerakan-gerakan dramatis, (3) self modeling, digunakan dengan meminta klien untuk berjanji atau mengadakan komitmen dengan konselor untuk menghilangkan perasaan atau perilaku tertentu. (4) irnitasi,digunakan dimana klien diminta untuk menirukan secara terus menerus suatu model perilaku tertentu dengan maksud menghadapi perilakunya sendiri yang negatif.
b. Teknik Behavioristik
Ada dua teknik behavioristik yaitu; (1). Reinforment, digunakan untuk mendorong klien kearah perilaku yang lebih rasional dan logis dengan jalan memberikan pujian verbal ataupun punishment, (2) Social modeling, digunakan untuk menggambarkan perilaku –perilaku tertentu, khususnya situasi-situasi interpersonal yang kompleks dalam bentuk percakapan sosial, interaksi dengan memecahkan masalah-masalah.
c. Teknik Kognitif
Teknik kognitif yang cukup dikenal adalah Home Work Assigment atau teknik tugas rumah, digunakan agar klien dapat membiasakan diri serta menginternalisasikan sistem nilai tertentu yang menuntun pola perilaku yang diharapkan.(Corey, 1995)
sumber : http://enamkonselor.files.wordpress.com/2012/05/rationalemotivetherapy.pdf
Label:
Tugas
Analisis Transaksional
Teori Kepribadian
Teori analisis transaksional merupakan karya besar Eric Berne (1964), yang ditulisnya dalam buku Games People Play. Berne adalah seorang ahli ilmu jiwa terkenal dari kelompok Humanisme. Teori analisis transaksional merupakan teori terapi yang sangat populer dan digunakan dalam konsultasi pada hampir semua bidang ilmu-ilmu perilaku. Teori analisis transaksional telah menjadi salah satu teori komunikasi antarpribadi yang mendasar.
Kata transaksi selalu mengacu pada proses pertukaran dalam suatu hubungan. Dalam komunikasi antarpribadi pun dikenal transaksi. Yang dipertukarkan adalah pesan-pesan baik verbal maupun nonverbal. Analisis transaksional sebenarnya bertujuan untuk mengkaji secara mendalam proses transaksi (siapa-siapa yang terlibat di dalamnya dan pesan apa yang dipertukarkan). Dalam diri setiap manusia, seperti dikutip Collins (1983), memiliki tiga status ego. Sikap dasar ego yang mengacu pada sikap orangtua (Parent= P. exteropsychic); sikap orang dewasa (Adult=A. neopsychic); dan ego anak (Child = C, arheopsychic). Ketiga sikap tersebut dimiliki setiap orang (baik dewasa, anak-anak, maupun orangtua).
Sikap orangtua yang diwakili dalam perilaku dapat ter1ihat dan terdengar dari tindakan maupun tutur kata ataupun ucapan-ucapannya. Seperti tindakan menasihati orang lain, memberikan hiburan, menguatkan perasaan, memberikan pertimbangan, membantu, melindungi, mendorong untuk berbuat baik adalah sikap yang nurturing parent (NP). Sebaliknya ada pula sikap orang tua yang suka menghardik, membentuk, menghukum, berprasangka, melarang, semuanya disebut dengan sikap yang critical parent (CP).
Setiap orang juga menurut Berne memiliki sikap orang dewasa. Sikap orang dewasa umumnya pragmatis dan realitas. Mengambil kesimpulan, keputusan berdasarkan fakta-fakta yang ada. Suka bertanya, mencari atau menunjukkan fakta-fakta, bersifat rasional dan tidak emosional, bersifat objektif dan sebagainya.
Sikap lain yang dimiliki juga adalah sikap anak-anak. Dibedakan antara natural child(NC) yang ditunjukkan dalam sikap ingin tahu, berkhayal, kreatif, memberontak. Sebaliknya yang bersifat adapted child (AC) adalah mengeluh, ngambek, suka pamer, dan bermanja diri.
Tujuan Terapi
Membantu pihak klien daalm rangka membuat keptusan baru, yaitu tentang tingkahlakunya sekrang yang diarahkan pa kehidupannya, caranya denagn jalan membantu klien untuk mendapatkan kesadaran tentang bagaimana klien Teori Konseling http://waskitamandiribk.wordpress.com mengahdapi masalahnya berkaitan denagn kebebasan memilih dan memberikan pilihan untuk menentukan cara hidupnya.
Peranan dan fungsi terapi
Terapis berperan sebagai guru adalah menerangkan tehnik seperti analisis struktural, analisis transaksioanl, analisis naskah, dan analisi permainan. Terapis membantu klien dalam rangka menemukan kondisi-kondisi yang tidak menguntungkan, mengadaptasi rencana hidup dan mengembangakn strategi dalam berhubungan denagn orang lain. terapis membantu klien dalam menentukan alternatif-alternatif (Subandi, ed, 2003: 83). Corey (1995: 386), menyatakan tugas terapi adalah menolong klien mendapatkan perangakt yang diperlukan untuk mendapat perubahan, menolong klien untuk menemukan kekuatan internal mereka untuk mendapatkan perubahan denagn jalan mengambil keputusan yang lebih cocok.
Tehnik dan Proses Terapi Proses terapi dalam pendekatan analisis transaksioanal terdiri dari beberapa metode yaitu :
Analisis struktural
• Merupakan perangkat yang bisa menjadikan manusia sadar akan isi dan berfungsinya orang tua, orang dewasa dan anak-anak yang ada pada diri meraka.
• Klien dapat belajar mengidentifikasi status ego mereka.
Analisis Transaksioanal
• Suatu deskripsi tentang apa yang dikerjakan dan dikatakan orang tentang dirinya sendiri & orang lain
• Yang terjadi antar manusia melibatkan transaksi status ego; jika pesan disampaikan diharapkan ada respon
• 3 jenis transaksi; komplementer, lintas, & tersembunyi
Transaksi komplementer ini dapat terjadi jika antara stimulus dan respon cocok, tepat dan memang yang diharapkan sehingga transaksi ini akan berjalan lancar. Misalnya pembicaraan antara dua individu yang sama-sama menggunakan status ego orang tua, dewasa atau anak-anak.
Transaksi silang, ini terjadi jika antara stimulus dan respon tidak cocok atau tidak sebagaimana yang diharapkan dan biasanya komunikasi ini akan terganggu.
Transaksi terselubung, terjadi jika antara dua status ego beroperasi bersamasama. Biasnya dapat dirasakan meliputi dewasa diarahkan ke dewasa, akan tetapi menyembunyikan suau pesan yang sebenarnya. Misalnya dewasa ke anak, atau orang tua ke anak.
Pemodelan keluarga
• Untuk menangani orang tua, orang dewasa dan anak-anak dan konstan
• Klien diminta membayangkan suatu skenario yang mencakup sebanyak mungkin org yang signifikan pada masa lalu, termasuk dirinya
• Klien sebagai sutradara, produser, & aktor
Analisis ritual & waktu senggang
• Untuk menangani orangtua, orang dewasa & anak-anak konstan
• Klien diminta membayangkan suatu skenario yang mencakup sebanyak mungkin orang yang signifikan pd ms lalu, termasuk dirinya
• Klien sbg sutradara, produser, & aktor
Analisis permainan & Racket
• Melukiskan sebuah permainan sebagai “urut-urutan transaksi tersembunyi yang komplementer yang terus menerus berjalan maju ke arah terciptanya hsl hsl yang tertata baik & bisa diramalkan”
Analisis suratan
• Bagian dari proses terapi yang akan bisa mengidentifikasi pola hidup yang diikuti klien.
• Klien memungkinkan memilih alternatif baru pada saat menjalani kehidupan.
sumber :
http://wsmulyana.wordpress.com/2009/01/19/analisis-transaksional-eric-berne/
http://enamkonselor.files.wordpress.com/2012/05/analisistransaksional1.pdf
read more “Analisis Transaksional”
Teori analisis transaksional merupakan karya besar Eric Berne (1964), yang ditulisnya dalam buku Games People Play. Berne adalah seorang ahli ilmu jiwa terkenal dari kelompok Humanisme. Teori analisis transaksional merupakan teori terapi yang sangat populer dan digunakan dalam konsultasi pada hampir semua bidang ilmu-ilmu perilaku. Teori analisis transaksional telah menjadi salah satu teori komunikasi antarpribadi yang mendasar.
Kata transaksi selalu mengacu pada proses pertukaran dalam suatu hubungan. Dalam komunikasi antarpribadi pun dikenal transaksi. Yang dipertukarkan adalah pesan-pesan baik verbal maupun nonverbal. Analisis transaksional sebenarnya bertujuan untuk mengkaji secara mendalam proses transaksi (siapa-siapa yang terlibat di dalamnya dan pesan apa yang dipertukarkan). Dalam diri setiap manusia, seperti dikutip Collins (1983), memiliki tiga status ego. Sikap dasar ego yang mengacu pada sikap orangtua (Parent= P. exteropsychic); sikap orang dewasa (Adult=A. neopsychic); dan ego anak (Child = C, arheopsychic). Ketiga sikap tersebut dimiliki setiap orang (baik dewasa, anak-anak, maupun orangtua).
Sikap orangtua yang diwakili dalam perilaku dapat ter1ihat dan terdengar dari tindakan maupun tutur kata ataupun ucapan-ucapannya. Seperti tindakan menasihati orang lain, memberikan hiburan, menguatkan perasaan, memberikan pertimbangan, membantu, melindungi, mendorong untuk berbuat baik adalah sikap yang nurturing parent (NP). Sebaliknya ada pula sikap orang tua yang suka menghardik, membentuk, menghukum, berprasangka, melarang, semuanya disebut dengan sikap yang critical parent (CP).
Setiap orang juga menurut Berne memiliki sikap orang dewasa. Sikap orang dewasa umumnya pragmatis dan realitas. Mengambil kesimpulan, keputusan berdasarkan fakta-fakta yang ada. Suka bertanya, mencari atau menunjukkan fakta-fakta, bersifat rasional dan tidak emosional, bersifat objektif dan sebagainya.
Sikap lain yang dimiliki juga adalah sikap anak-anak. Dibedakan antara natural child(NC) yang ditunjukkan dalam sikap ingin tahu, berkhayal, kreatif, memberontak. Sebaliknya yang bersifat adapted child (AC) adalah mengeluh, ngambek, suka pamer, dan bermanja diri.
Tujuan Terapi
Membantu pihak klien daalm rangka membuat keptusan baru, yaitu tentang tingkahlakunya sekrang yang diarahkan pa kehidupannya, caranya denagn jalan membantu klien untuk mendapatkan kesadaran tentang bagaimana klien Teori Konseling http://waskitamandiribk.wordpress.com mengahdapi masalahnya berkaitan denagn kebebasan memilih dan memberikan pilihan untuk menentukan cara hidupnya.
Peranan dan fungsi terapi
Terapis berperan sebagai guru adalah menerangkan tehnik seperti analisis struktural, analisis transaksioanl, analisis naskah, dan analisi permainan. Terapis membantu klien dalam rangka menemukan kondisi-kondisi yang tidak menguntungkan, mengadaptasi rencana hidup dan mengembangakn strategi dalam berhubungan denagn orang lain. terapis membantu klien dalam menentukan alternatif-alternatif (Subandi, ed, 2003: 83). Corey (1995: 386), menyatakan tugas terapi adalah menolong klien mendapatkan perangakt yang diperlukan untuk mendapat perubahan, menolong klien untuk menemukan kekuatan internal mereka untuk mendapatkan perubahan denagn jalan mengambil keputusan yang lebih cocok.
Tehnik dan Proses Terapi Proses terapi dalam pendekatan analisis transaksioanal terdiri dari beberapa metode yaitu :
Analisis struktural
• Merupakan perangkat yang bisa menjadikan manusia sadar akan isi dan berfungsinya orang tua, orang dewasa dan anak-anak yang ada pada diri meraka.
• Klien dapat belajar mengidentifikasi status ego mereka.
Analisis Transaksioanal
• Suatu deskripsi tentang apa yang dikerjakan dan dikatakan orang tentang dirinya sendiri & orang lain
• Yang terjadi antar manusia melibatkan transaksi status ego; jika pesan disampaikan diharapkan ada respon
• 3 jenis transaksi; komplementer, lintas, & tersembunyi
Transaksi komplementer ini dapat terjadi jika antara stimulus dan respon cocok, tepat dan memang yang diharapkan sehingga transaksi ini akan berjalan lancar. Misalnya pembicaraan antara dua individu yang sama-sama menggunakan status ego orang tua, dewasa atau anak-anak.
Transaksi silang, ini terjadi jika antara stimulus dan respon tidak cocok atau tidak sebagaimana yang diharapkan dan biasanya komunikasi ini akan terganggu.
Transaksi terselubung, terjadi jika antara dua status ego beroperasi bersamasama. Biasnya dapat dirasakan meliputi dewasa diarahkan ke dewasa, akan tetapi menyembunyikan suau pesan yang sebenarnya. Misalnya dewasa ke anak, atau orang tua ke anak.
Pemodelan keluarga
• Untuk menangani orang tua, orang dewasa dan anak-anak dan konstan
• Klien diminta membayangkan suatu skenario yang mencakup sebanyak mungkin org yang signifikan pada masa lalu, termasuk dirinya
• Klien sebagai sutradara, produser, & aktor
Analisis ritual & waktu senggang
• Untuk menangani orangtua, orang dewasa & anak-anak konstan
• Klien diminta membayangkan suatu skenario yang mencakup sebanyak mungkin orang yang signifikan pd ms lalu, termasuk dirinya
• Klien sbg sutradara, produser, & aktor
Analisis permainan & Racket
• Melukiskan sebuah permainan sebagai “urut-urutan transaksi tersembunyi yang komplementer yang terus menerus berjalan maju ke arah terciptanya hsl hsl yang tertata baik & bisa diramalkan”
Analisis suratan
• Bagian dari proses terapi yang akan bisa mengidentifikasi pola hidup yang diikuti klien.
• Klien memungkinkan memilih alternatif baru pada saat menjalani kehidupan.
sumber :
http://wsmulyana.wordpress.com/2009/01/19/analisis-transaksional-eric-berne/
http://enamkonselor.files.wordpress.com/2012/05/analisistransaksional1.pdf
Label:
Tugas
Monday, March 18, 2013
Terapi Psikoanalisa
Kali ini saya akan menulis tentang terapi psikoanalisa, bagi para calon psikolog dan psikolog pasti sudah tidak asing lagi sama yang namanya psikoanalisa. Psikoanalisa adalah salah satu mazhab psikologi yang fokus kepada alam bawah sadar yang mempengaruhi tingkah laku dialam sadar. didalam psikoanalisa terdapat tiga bagian dari kepribadian, yang pertama id, yaitu hasrat dan dorongan untuk memenuhi kebutuhan dasar dan dasar dari id itu sendiri adalah principle of pleasure atau prinsip kesenangan. Id akan mendorong manusia untuk tetap pada keadaan yang menyenangkan, menyenangkan disini adalah pemenuhan akan kebutuhan-kebutuhan dasar seperti kebutuhan fisologis. Kedua ada super ego, yaitu kebalikan dari id, dimana dasar dari superego sendiri berdasarkan norma-norma sosial yang ada dimasyarakat, superego bertindak melawan id demi menjaga norma-norma sosial yang ada. Ketiga adalah ego, ego merupakan bagian tengah dan pengambil keputusan antara id dan superego, dimana jika seseorang ingin memenuhi dorongan dasarnya sementara disaat yang tidak tepat maka superego akan muncul sebagai dorongan untuk melawan id dan ego yang akan mengambil keputusan, dapat dikatakan bahwa id adalah berpikir berdasarkan naluri, ego berpikir berdasarkan rasional dan superego berpikir berdasarkan moral.
Hal lain yang sangat erat hubungannya dengan psikoanalisa adalah defense of mechanism dimana defense of mechanism adalah mekanisme pertahanan diri yang dilakukan secara tidak sadar oleh manusia untuk menghindari rasa cemasnya sehingga mereka dapat berada dalam kondisi yang nyaman.
Setelah menjelaskan sedikit tentang psikoanalisa sekarang saya akan menjelaskan terapi psikoanalisa, Terapi psikoanalisa melihat bagaimana pikiran alam bawah sadar mempengaruhi pikiran dan perilaku. Psikoalanisis sering melihat pengalaman masa anak-kanak awal untuk menemukan bagaimana masa anak-anak awal ini dapat membentuk kepribadian dan bagaimana mereka berkontribusi kepada tingkah laku dimasa sekarang. Para klien yang mengikuti terapi psikoanalisa biasanya bertemu dengan para terapisnya setidaknya seminggu sekali dan akan tetap menjalani terapi selama beberapa minggi, bulan atau tahun.
Sejarah terapi psikoanalisa
Teori Psikoanalisa berkembang atas usaha seorang psychoanalyst yang bernama Sigmund Freud, yang mana beliau mulai mengambangkan teknik terapinya di akhir tahun 1800. Di tahun 1885, Freud memulai studi dan berkerja bersama Jean-Martin Charcot di kota Salpêtrière di Paris. Charcot menggunakan hipnosis untuk mengobati seorang wanita yang menderita penyakit yang sekarang dikenal sebagai gangguan histeria. Gejala yang muncul dari pernyakit tersebut termasuk partial paralysis, halusinasi dan kecemasan.
Freud melanjutkan penelitian tentang terapi hipnotis, berkat pekerjaan dan pertemanannya dengan seorang rekan kerja yang bernama Josef Breuer, Freud menghasilkan mengembangkan teknik terapinya yang paling terkenal. Breuer mendeskripsikan tentang terapinya kepada seorang wanita muda, yang diketahui di dalam sejarah kasus bernama Anna O. Dimana gejala histeria dapat dihilangkan dengan cara membicarakan tentang pengalaman yang membuatnya trauma. Freud dan Breuer mengkolaborasikan buku yang bernama "Studies on Hysteria" dan Freud melanjutkan untuk mengembangkan terapinya.
Bagaimana cara kerja terapi psikoanalisa?
Terapis psikoanalisa secara umum menghabiskan waktu dengan mendengarkan pasien yang berbicara tentang hidupnya, yang mana itulah mengapa metode ini sering disebut sebagai terapi berbicara. Terapist akan melihatpola atau peristiwa penting yang mungkin memainkan peran didalam kesulitan klien saat ini. Psikoanalis percaya bahwa peristiwa masa kecil dan perasaaan, pikiran serta motivasi alam bawah sadar memainkan peran dalam penyakit mental dan perilaku maladaptive. Terapi psikoanalisa juga menggunakan teknik lain diantaranya :
- asosiasi bebas, yaitu klien menceritakan tentang kehidupannya sehingga terapist dapat melihat pengalaman-pengalaman masa lalu dan pelepasan emosi-emosi yang berkaitan dengan situasi traumatik dimasa lalu
- Penafsiran yaitu suatu prosedur dalam menganalisa asosiasi-asosiasi bebas, mimpi-mimpi, resistensi-resistensi dan transferensi, bentuk nya adalah tindakan analis yg menyatakan, menerangkan, bahkan mengajari klien makna-makna tingkah laku
- Analisis Mimpi yaitu suatu prosedur yg penting untuk menyingkap pikiran-pikiran yg tidak disadari dan memberikan penjelasan kepada klien atas beberapa area masalah yangg tak terselesaikan
- Analisis dan Penafsiran Resistensi yaitu suatu prosedur ditujukan untuk membantu klien agar menyadari alasan-alasan yg ada dibalik resistensi sehingga dia bisa menanganinya
- Analisis & Penafsiran Transferensi yaitu teknik utama dalam psikoanalisis karena mendorong klien untuk menghidupkan kembali masa lalu nya dalam terapi
Apa kelebihan menggunakan terapi psikoanalisa ?
Disaat terapi psikoanalisa menuai banyak kritik yang menyatakan bahwa terapi ini terlalu banyak memakan waktu, mahal, dan secara umum tidak efektif, tetapi dibalik itu semua terapi psikoanalisa ini mempunyai beberapa kelebihan. Terapist menawarkan rasa empati dan lingkungan yang nyaman dimana klien dapat merasa aman dan melepaskan perasaan atau tindakan yang memicu terjadinya stress atau ketegangan dalam diri mereka. Sering kali bercerita tentang beban hidup dengan orang lain dapat membuat pengaruh yang menguntungkan.
Apa kekurangan menggunakan terapi psikoanalisa ?
Harga sering kali menjadi kekurangan terbesar dalam terapi psikoanalisa. Banyak klien melakukan terapi selama bertahun-tahun, jadi terapi ini membutuhkan keuangan dan waktu yang banyak.
Dalam terapi psikoanalisa kritik tentang keefektivitasan terapi psikoanalaisa juga diperanyakan. Satu studi kasus menemukan bahwa tidak ada perbedaan dari klien terapi psikoanalisa dan kelompok yang tidak diberikan terapi psikoanalisa. Kritik lainnya menyatakan bahwa psikoanalisa kurang memiliki bukti ilmiah
Teknik dasar Terapi Psikoanalisis.
http://psychology.about.com/od/pindex/f/psychoanalytic-therapy.htm
Label:
Tugas
Sunday, November 11, 2012
Multikulturalisme
Multikulturalisme pada dasarnya adalah pandangan dunia yang kemudian dapat diterjemahkan dalam berbagai kebijakan kebudayaan yang menekankan penerimaan terhadap realitas keagamaan, pluralitas, dan multikultural yang terdapat dalam kehidupan masyarakat. Multikulturalisme dapat juga dipahami sebagai pandangan dunia yang kemudian diwujudkan dalam kesadaran politik (Azyumardi Azra, 2007)
Masyarakat multikultural adalah suatu masyarakat yang terdiri dari beberapa macam kumunitas budaya dengan segala kelebihannya, dengan sedikit perbedaan konsepsi mengenai dunia, suatu sistem arti, nilai, bentuk organisasi sosial, sejarah, adat serta kebiasaan (“A Multicultural society, then is one that includes several cultural communities with their overlapping but none the less distinc conception of the world, system of [meaning, values, forms of social organizations, historis, customs and practices”; Parekh, 1997 yang dikutip dari Azra, 2007).
Multikulturalisme mencakup suatu pemahaman, penghargaan serta penilaian atas budaya seseorang, serta suatu penghormatan dan keingintahuan tentang budaya etnis orang lain (Lawrence Blum, dikutip Lubis, 2006:174)
Sebuah ideologi yang mengakui dan mengagungkan perbedaan dalam kesederajatan baik secara individual maupun secara kebudayaan (Suparlan, 2002, merangkum Fay 2006, Jari dan Jary 1991, Watson 2000)
Multikulturalisme mencakup gagasan, cara pandang, kebijakan, penyikapan dan tindakan, oleh masyarakat suatu negara, yang majemuk dari segi etnis, budaya, agama dan sebagainya, namun mempunyai cita-cita untuk mengembangkan semangat kebangsaan yang sama dan mempunyai kebanggan untuk mempertahankan kemajemukan tersebut (A. Rifai Harahap, 2007, mengutip M. Atho’ Muzhar)
Jenis Multikulturalisme == Berbagai== macam pengertian dan kecenderungan perkembangan konsep serta praktik multikulturalisme yang diungkapkan oleh para ahli, membuat seorang tokoh bernama Parekh (1997:183-185) membedakan lima macam multikulturalisme (Azra, 2007, meringkas uraian Parekh):
Sources :
Anonim, Multikulturalisme, http://id.wikipedia.org/wiki/Multikulturalisme
read more “Multikulturalisme”
Masyarakat multikultural adalah suatu masyarakat yang terdiri dari beberapa macam kumunitas budaya dengan segala kelebihannya, dengan sedikit perbedaan konsepsi mengenai dunia, suatu sistem arti, nilai, bentuk organisasi sosial, sejarah, adat serta kebiasaan (“A Multicultural society, then is one that includes several cultural communities with their overlapping but none the less distinc conception of the world, system of [meaning, values, forms of social organizations, historis, customs and practices”; Parekh, 1997 yang dikutip dari Azra, 2007).
Multikulturalisme mencakup suatu pemahaman, penghargaan serta penilaian atas budaya seseorang, serta suatu penghormatan dan keingintahuan tentang budaya etnis orang lain (Lawrence Blum, dikutip Lubis, 2006:174)
Sebuah ideologi yang mengakui dan mengagungkan perbedaan dalam kesederajatan baik secara individual maupun secara kebudayaan (Suparlan, 2002, merangkum Fay 2006, Jari dan Jary 1991, Watson 2000)
Multikulturalisme mencakup gagasan, cara pandang, kebijakan, penyikapan dan tindakan, oleh masyarakat suatu negara, yang majemuk dari segi etnis, budaya, agama dan sebagainya, namun mempunyai cita-cita untuk mengembangkan semangat kebangsaan yang sama dan mempunyai kebanggan untuk mempertahankan kemajemukan tersebut (A. Rifai Harahap, 2007, mengutip M. Atho’ Muzhar)
Jenis Multikulturalisme == Berbagai== macam pengertian dan kecenderungan perkembangan konsep serta praktik multikulturalisme yang diungkapkan oleh para ahli, membuat seorang tokoh bernama Parekh (1997:183-185) membedakan lima macam multikulturalisme (Azra, 2007, meringkas uraian Parekh):
- Multikulturalisme isolasionis, mengacu pada masyarakat dimana berbagai kelompok kultural menjalankan hidup secara otonom dan terlibat dalam interaksi yang hanya minimal satu sama lain.
- Multikulturalisme akomodatif, yaitu masyarakat yang memiliki kultur dominan yang membuat penyesuaian dan akomodasi-akomodasi tertentu bagi kebutuhan kultur kaum minoritas. Masyarakat ini merumuskan dan menerapkan undang-undang, hukum, dan ketentuan-ketentuan yang sensitif secara kultural, dan memberikan kebebasan kepada kaum minoritas untuk mempertahankan dan mengembangkan kebudayaan meraka. Begitupun sebaliknya, kaum minoritas tidak menantang kultur dominan. Multikulturalisme ini diterapkan di beberapa negara Eropa.
- Multikulturalisme otonomis, masyarakat plural dimana kelompok-kelompok kutural utama berusaha mewujudkan kesetaraan (equality) dengan budaya dominan dan menginginkan kehidupan otonom dalam kerangka politik yang secara kolektif bisa diterima. Perhatian pokok-pokok kultural ini adalah untuk mempertahankan cara hidup mereka, yang memiliki hak yang sama dengan kelompok dominan; mereka menantang kelompok dominan dan berusaha menciptakan suatu masyarakat dimana semua kelompok bisa eksis sebagai mitra sejajar.
- Multikulturalisme kritikal atau interaktif, yakni masyarakat plural dimana kelompok-kelompok kultural tidak terlalu terfokus (concern) dengan kehidupan kultural otonom; tetapi lebih membentuk penciptaan kolektif yang mencerminkan dan menegaskan perspektif-perspektif distingtif mereka.
- Multikulturalisme kosmopolitan, berusaha menghapus batas-batas kultural sama sekali untuk menciptakan sebuah masyarakat di mana setiap individu tidak lagi terikat kepada budaya tertentu dan, sebaliknya, secara bebas terlibat dalam percobaan-percobaan interkultural dan sekaligus mengembangkan kehidupan kultural masing-masing.
Sources :
Anonim, Multikulturalisme, http://id.wikipedia.org/wiki/Multikulturalisme
Label:
Tugas
Akulturasi Psikologis
Menurut Redfield, Linton and Herskovits (1936), Akulturasi adalah fenomena yang dihasilkan ketika sekelompok masyarakat yang mempunyai budaya berbeda datang dan berinteraksi dengan kelompok masyarakat asli, sehingga terjadi perubahan dalam pola-pola budaya asli didalam kedua kelompok tersebut
Sedangkan, Akulturasi menurut Koentjaraningrat (2005:155) mengatakan bahwa akulturasi merupakan istilah yang dalam antropologi mempunyai beberapa makna (Acculturation, atau Culture Contact). Ini semua menyangkut konsep mengenai proses sosial yang timbul apabila sekelompok manusia dengan suatu kebudayaan tertentu dihadapkan pada unsur-unsur dari suatu kebudayaan asing sehingga unsur- unsur asing itu lambat laun diterima dan diolah kedalam kebudayaan sendiri, tanpa menyebabkan hilangnya kepribadian kebudayaan itu.
Psikologi adalah sebuah bidang ilmu pengetahuan yang mempelajari mengenai perilaku dan kognisi manusia. Psikologi sendiri telah dikenal sejak jaman Aristoteles sebagai ilmu jiwa, yaitu ilmu untuk kekuatan hidup (levens beginsel). Aristoteles memandang ilmu jiwa sebagai ilmu yang mempelajari gejala - gejala kehidupan. Jiwa adalah unsur kehidupan (Anima), karena itu tiap - tiap makhluk hidup mempunyai jiwa. Dapat dikatakan bahwa sejarah psikologi sejalan dengan perkembangan intelektual di Eropa, dan mendapatkan bentuk pragmatisnya di benua Amerika.
Perubahan kebudayaan yang terjadi disaat akulturasi budaya dapat berupa perubahan makanan, gaya berpakaian, dan bahasa. Sedangkan pada individu, perbedaan yang muncul bukan hanya sekedar perubahan perilaku sehari-hari, namun juga perubahan psikologis dan physical well-being.
Menurut Paranjpe (1993) beliau mengindikasikan bahwa debat antara psikolog lintas budaya dan psikolog budaya sejajar dengan konflik budaya yang dihadapi orang-orang didalam akulturasi
Menurut Tonks (1996) menyarankan bahwa pendekatan integratif mungkin menjadi pendekatan yang terbaik untuk psikologi dan individu yang melakukan penelitian didalam psikologi & budaya
Kesimpulannya, Akulturasi Psikologis merupakan bagian didalam akulturasi, perubahan psikologis merupakan perubahan yang bersifat individu, karena perubahan umum yang terjadi adalah, perubahan makanan, gaya berpakaian dan bahasa. Didalam akulturasi psikologis banyak sekali tantangan yang dihadapi individu sesuai dengan pendapat Paranjpe, karena tidak mudah untuk langsung mengubah gaya berperilaku dan sifat seseorang, namun lambat laun seiring berjalannya waktu dan dengan pendekatan yang integratif menurut Tonks, maka individu akan berselaras dengan tempat tinggal dimana terjadinya akulturasi dan individu akan menyesuaikan perilaku dan sifatnya sesuai dengan harapan sosial yang ada di daerah tersebut.
Sources :
Randal G. Tonks, History of and history as a cultural psychology of acculturation and stress, diakses 11 November 2012 http://tonks.disted.camosun.bc.ca/colloquia/cpa03.ppt
Anonim, Psikologi, diakses 11 November 2012 http://id.wikipedia.org/wiki/Psikologi
Anonim, Acculturation, diakses 11 November 2012 http://en.wikipedia.org/wiki/Acculturation
read more “Akulturasi Psikologis”
Sedangkan, Akulturasi menurut Koentjaraningrat (2005:155) mengatakan bahwa akulturasi merupakan istilah yang dalam antropologi mempunyai beberapa makna (Acculturation, atau Culture Contact). Ini semua menyangkut konsep mengenai proses sosial yang timbul apabila sekelompok manusia dengan suatu kebudayaan tertentu dihadapkan pada unsur-unsur dari suatu kebudayaan asing sehingga unsur- unsur asing itu lambat laun diterima dan diolah kedalam kebudayaan sendiri, tanpa menyebabkan hilangnya kepribadian kebudayaan itu.
Psikologi adalah sebuah bidang ilmu pengetahuan yang mempelajari mengenai perilaku dan kognisi manusia. Psikologi sendiri telah dikenal sejak jaman Aristoteles sebagai ilmu jiwa, yaitu ilmu untuk kekuatan hidup (levens beginsel). Aristoteles memandang ilmu jiwa sebagai ilmu yang mempelajari gejala - gejala kehidupan. Jiwa adalah unsur kehidupan (Anima), karena itu tiap - tiap makhluk hidup mempunyai jiwa. Dapat dikatakan bahwa sejarah psikologi sejalan dengan perkembangan intelektual di Eropa, dan mendapatkan bentuk pragmatisnya di benua Amerika.
Perubahan kebudayaan yang terjadi disaat akulturasi budaya dapat berupa perubahan makanan, gaya berpakaian, dan bahasa. Sedangkan pada individu, perbedaan yang muncul bukan hanya sekedar perubahan perilaku sehari-hari, namun juga perubahan psikologis dan physical well-being.
Menurut Paranjpe (1993) beliau mengindikasikan bahwa debat antara psikolog lintas budaya dan psikolog budaya sejajar dengan konflik budaya yang dihadapi orang-orang didalam akulturasi
Menurut Tonks (1996) menyarankan bahwa pendekatan integratif mungkin menjadi pendekatan yang terbaik untuk psikologi dan individu yang melakukan penelitian didalam psikologi & budaya
Kesimpulannya, Akulturasi Psikologis merupakan bagian didalam akulturasi, perubahan psikologis merupakan perubahan yang bersifat individu, karena perubahan umum yang terjadi adalah, perubahan makanan, gaya berpakaian dan bahasa. Didalam akulturasi psikologis banyak sekali tantangan yang dihadapi individu sesuai dengan pendapat Paranjpe, karena tidak mudah untuk langsung mengubah gaya berperilaku dan sifat seseorang, namun lambat laun seiring berjalannya waktu dan dengan pendekatan yang integratif menurut Tonks, maka individu akan berselaras dengan tempat tinggal dimana terjadinya akulturasi dan individu akan menyesuaikan perilaku dan sifatnya sesuai dengan harapan sosial yang ada di daerah tersebut.
Sources :
Randal G. Tonks, History of and history as a cultural psychology of acculturation and stress, diakses 11 November 2012 http://tonks.disted.camosun.bc.ca/colloquia/cpa03.ppt
Anonim, Psikologi, diakses 11 November 2012 http://id.wikipedia.org/wiki/Psikologi
Anonim, Acculturation, diakses 11 November 2012 http://en.wikipedia.org/wiki/Acculturation
Label:
Tugas
Friday, November 9, 2012
gelapnya langit dan dinginnya malam...
gelapnya langit dan dinginnya malam...
menjadi saksi bisu yang tak bisa mengungkap...
bintang bertaburan dilangit membuat gulita itu kian indah...
indah dengan kemerlap cahayanya...
rembulan pun seakan tak mau kalah...
dengan terang indahnya, ia membuat gulita itu sedikit bercahaya...
cahaya yang dirindukan setiap umat manusia...
yang dapat menunjukkan cinta kasihnya pada yang tercinta...
disini aku terdiam sepi...
diiringi hembusan angin yang menerpa...
menikmati semuanya seorang diri....
ingin rasanya berbagi...
setiap waktu indah yang terjadi...
dengan dia yang selalu kurindu....
yang selalu kupuja...
dan yang selalu kuimpikan....
sepinya malam menemani...
dan akhirnya, terbitlah sang matahari...
yang mulai menghangatkan dunia...
dan memberi cahaya kehidupan...
terdiam ku diiringi hangatnya matahari...
menanti datangnya yang selalu memberi kebahagiaan...
tersenyum ia dengan senyuman yang selalu menawan...
dan menyapa lembut dengan suara yang merdu...
dia membuat kehidupanku lebih berwarna...
dia membuat kehidupanku terasa indah...
tuhan...
ku tau ku takkan bisa bersama dengannya selamanya...
namun tuhan...
satukanlah aku dengannya...
meskipun hanya sementara....
sementara...
read more “gelapnya langit dan dinginnya malam...”
menjadi saksi bisu yang tak bisa mengungkap...
bintang bertaburan dilangit membuat gulita itu kian indah...
indah dengan kemerlap cahayanya...
rembulan pun seakan tak mau kalah...
dengan terang indahnya, ia membuat gulita itu sedikit bercahaya...
cahaya yang dirindukan setiap umat manusia...
yang dapat menunjukkan cinta kasihnya pada yang tercinta...
disini aku terdiam sepi...
diiringi hembusan angin yang menerpa...
menikmati semuanya seorang diri....
ingin rasanya berbagi...
setiap waktu indah yang terjadi...
dengan dia yang selalu kurindu....
yang selalu kupuja...
dan yang selalu kuimpikan....
sepinya malam menemani...
dan akhirnya, terbitlah sang matahari...
yang mulai menghangatkan dunia...
dan memberi cahaya kehidupan...
terdiam ku diiringi hangatnya matahari...
menanti datangnya yang selalu memberi kebahagiaan...
tersenyum ia dengan senyuman yang selalu menawan...
dan menyapa lembut dengan suara yang merdu...
dia membuat kehidupanku lebih berwarna...
dia membuat kehidupanku terasa indah...
tuhan...
ku tau ku takkan bisa bersama dengannya selamanya...
namun tuhan...
satukanlah aku dengannya...
meskipun hanya sementara....
sementara...
Label:
My diare LOL
Tuesday, November 6, 2012
hah...
hah...
when you falling in love...
you don't need to search for happiness...
because with you lover, this world is already so beautiful...
baby, i love you...
thanks for once again paint a little curve on my face..
yeah that's what people call happiness...
one year, two years have passed...
but my love still goes on baby...
yeah my pure love for you still goes on...
just for you baby....
i don't know what will happen...
few days, week, month even a years again...
but do you know baby...
i'm afraid to lose you for a second time....
now i've think and decided....
that i will be a painter in your life...
although just for a while....
i will paint as much happiness as i can in your life baby...
i hope that you will accept me as your painter...
because the only painter in my life that could paint so much happiness..
is you baby, is you, not the other...
i know, that we have so much differences...
but, do you know what do we have in common baby....
we have our love...
with love we could make a differences become one beautiful thing...
because that's how the love works baby...
i hope the magic of love can unite us...
although just a while...
yeah, just for a while....
my baby...
read more “hah...”
when you falling in love...
you don't need to search for happiness...
because with you lover, this world is already so beautiful...
baby, i love you...
thanks for once again paint a little curve on my face..
yeah that's what people call happiness...
one year, two years have passed...
but my love still goes on baby...
yeah my pure love for you still goes on...
just for you baby....
i don't know what will happen...
few days, week, month even a years again...
but do you know baby...
i'm afraid to lose you for a second time....
now i've think and decided....
that i will be a painter in your life...
although just for a while....
i will paint as much happiness as i can in your life baby...
i hope that you will accept me as your painter...
because the only painter in my life that could paint so much happiness..
is you baby, is you, not the other...
i know, that we have so much differences...
but, do you know what do we have in common baby....
we have our love...
with love we could make a differences become one beautiful thing...
because that's how the love works baby...
i hope the magic of love can unite us...
although just a while...
yeah, just for a while....
my baby...
Label:
My diare LOL
Monday, November 5, 2012
if i were a painter...
if i were a painter...
i would paint a long old wooden chair full of dirt...
the long old wooden chair, where there was a couple of human few years ago, they used to talk together on that chair...
they share their story, mind, and love on that chair...
but, the chair finally abandoned, because the man decided to end their relationship...
the man belief that they will never be together, because some complicated reason...
the man who doesn't have a heart, because his heart was stolen by the girl whom he love...
trying as hard as possible to erase her from his heart and walking without destination...
he looked at the sky and remember his lover's face, and tears slowly come down from his eyes...
he just can't forget about what was happen...
a day full of joy and happiness...
now just some sweet memories on the bitter reality...
day by day has gone, and he is trying to search another lover...
but there's no other girl in this world who same as her...
then finally he come back to the long old wooden chair...
sit and remember about the sweet things about her lover...
surprisingly...
she come back to the place that they met...
yeah, on the long old wooden chair....
and their story that full of mystery...
starting to continue...
once again....
read more “if i were a painter...”
i would paint a long old wooden chair full of dirt...
the long old wooden chair, where there was a couple of human few years ago, they used to talk together on that chair...
they share their story, mind, and love on that chair...
but, the chair finally abandoned, because the man decided to end their relationship...
the man belief that they will never be together, because some complicated reason...
the man who doesn't have a heart, because his heart was stolen by the girl whom he love...
trying as hard as possible to erase her from his heart and walking without destination...
he looked at the sky and remember his lover's face, and tears slowly come down from his eyes...
he just can't forget about what was happen...
a day full of joy and happiness...
now just some sweet memories on the bitter reality...
day by day has gone, and he is trying to search another lover...
but there's no other girl in this world who same as her...
then finally he come back to the long old wooden chair...
sit and remember about the sweet things about her lover...
surprisingly...
she come back to the place that they met...
yeah, on the long old wooden chair....
and their story that full of mystery...
starting to continue...
once again....
Label:
My diare LOL
Sunday, November 4, 2012
our beautiful story...
baby, deep inside my heart i want you always by my side...
forever and ever, i don't care what people think about me...
because this is my life and this is my love...
day by day pass without even single conversation...
i started to erase you from tiny little space on my chest...
but do you know what happen then ??
you come to my dream with big smile on your face...
and when i woke up, i realize that's just a dream...
this is our fate baby, this is god's plan for us...
although i'm trying as hard as i can to search for another...
but they are not you, they are the way too different from you...
you, i love the way you smile, do you know i'm still admire you...
from behind of the chair, i always trying to look at your sweet smile....
every time you change your hair, or glasses, i know it baby...
do you know why i do such a thing like that baby ??
because you've stolen my heart from two years ago....
yeah baby, i'm the man who live without heart....
when i talk to the god, why everything like this ??
it's too hard for me to forget about you, if we always meet each other....
maybe you don't feel anything when we meet each other....
but baby, deep inside my chest, it's always hurt without reason....
i think our fate was written baby, and our story still goes on....
baby would you like to continue our story ??
we still have a time to make our story become a beautiful story...
just as beautiful as you are...
read more “our beautiful story...”
forever and ever, i don't care what people think about me...
because this is my life and this is my love...
day by day pass without even single conversation...
i started to erase you from tiny little space on my chest...
but do you know what happen then ??
you come to my dream with big smile on your face...
and when i woke up, i realize that's just a dream...
this is our fate baby, this is god's plan for us...
although i'm trying as hard as i can to search for another...
but they are not you, they are the way too different from you...
you, i love the way you smile, do you know i'm still admire you...
from behind of the chair, i always trying to look at your sweet smile....
every time you change your hair, or glasses, i know it baby...
do you know why i do such a thing like that baby ??
because you've stolen my heart from two years ago....
yeah baby, i'm the man who live without heart....
when i talk to the god, why everything like this ??
it's too hard for me to forget about you, if we always meet each other....
maybe you don't feel anything when we meet each other....
but baby, deep inside my chest, it's always hurt without reason....
i think our fate was written baby, and our story still goes on....
baby would you like to continue our story ??
we still have a time to make our story become a beautiful story...
just as beautiful as you are...
Label:
My diare LOL
Thursday, November 1, 2012
Akulturasi dan relasi internakultural
Akulturasi menurut Koentjaraningrat (2005:155) mengatakan bahwa akulturasi merupakan istilah yang dalam antropologi mempunyai beberapa makna (Acculturation, atau Culture Contact). Ini semua menyangkut konsep mengenai proses sosial yang timbul apabila sekelompok manusia dengan suatu kebudayaan tertentu dihadapkan pada unsur-unsur dari suatu kebudayaan asing sehingga unsur- unsur asing itu lambat laun diterima dan diolah kedalam kebudayaan sendiri, tanpa menyebabkan hilangnya kepribadian kebudayaan itu. Contoh dari Akulturasi adalah kebudayaan bali, kebudayaan bali yang kental dengan tradisi-tradisi dan budaya-budaya bali yang beraneka ragam tetap terjaga dengan baik meskipun kebudayaan barat yang masuk ke bali tetap diterima dengan baik oleh masyarakat bali
Relasi Interkultural Adalah bidang disiplin yang di buat untuk melatih pelajar untuk mengerti, berkomunikasi dan menyelesaikan tujuan tertentu diluar budayanya sendiri
Dasar dari relasi interkultural adalah mempelajari bagaimana melihat diri sendiri dan dunia dengan sudut pandang budaya lain sedangkan jika dikaji lebih mendalam, relasi interkultural bertujuan untuk mempersiapkan pelajar untuk berinteraksi dengan budaya yang sama (contoh: berinteraksi dengan masyarakat dengan tingkat ekonomi yang berbeda di Indonesia) maupun dengan budaya yang berbeda (contoh : Pekerja kantor diJakarta berinteraksi dengan penduduk suku Amazon di Brazil)
Didalam Relasi Interkultural dapat juga terjadi Komunikasi Interkultural karena komunikasi merupakan hal yang sangat dasar didalam menjalin suatu relasi atau hubungan.
Definisi Komunikasi Interkultural : Menurut Samover (1981), komunikasi interkultural terjadi ketika pengirim pesan dan penerima pesan berlatarbelakang budaya yang berbeda. Gudykunt, Kim (dalam Atsuko, Tokui. 2002:15) mendefinisikan komunikasi interkultural adalah proses abstrak dan aktivitas terpadu dan pemaknaan dalam komunikasi yang dilakukan antara orang-orang yang memiliki latar belakang berbeda. Sedangkan Yasshiro, dkk.(1998) menjelaskan bahwa komunikasi interkultural yang ideal digambarkan bila orang-orang yang terlibat dalam komunikasi melakukan interpretasi makna pesan, mengumpulkan informasi, dan melakukan pertukaran informasi tersebut untuk saling menghormati, dan bekerjasama untuk saling menguntungkan.
Dapat diambil kesimpulan bahwa komunikasi interkultural terjadi jika pemberi dan penerima pesan berasal dari budaya yang berbeda dengan tujuan untuk memahami pesan-pesan yang disampaikan dengan menghormati satu sama lain sehingga pemberi dan penerima pesan dapat saling menguntungkan.
Jika kita ambil hubungan dari akulturasi dan relasi interkultural, dapat diambil kesimpulan bahwa akulturasi dan relasi interkultural mempunyai hubungan yang erat karena percampuran budaya yang melahirkan budaya baru didalam akulturasi dapat terjadi jika budaya baru dapat membuat relasi atau hubungan yang baik dengan budaya lama, salah satu metodenya dengan berkomunikasi yang merupakan bagian dari relasi interkultural, dan tidak menutup kemungkinan bahwa relasi interkultural yang berjalan baik dapat membuat akulturasi budaya.
Relasi Interkultural Adalah bidang disiplin yang di buat untuk melatih pelajar untuk mengerti, berkomunikasi dan menyelesaikan tujuan tertentu diluar budayanya sendiri
Dasar dari relasi interkultural adalah mempelajari bagaimana melihat diri sendiri dan dunia dengan sudut pandang budaya lain sedangkan jika dikaji lebih mendalam, relasi interkultural bertujuan untuk mempersiapkan pelajar untuk berinteraksi dengan budaya yang sama (contoh: berinteraksi dengan masyarakat dengan tingkat ekonomi yang berbeda di Indonesia) maupun dengan budaya yang berbeda (contoh : Pekerja kantor diJakarta berinteraksi dengan penduduk suku Amazon di Brazil)
Didalam Relasi Interkultural dapat juga terjadi Komunikasi Interkultural karena komunikasi merupakan hal yang sangat dasar didalam menjalin suatu relasi atau hubungan.
Definisi Komunikasi Interkultural : Menurut Samover (1981), komunikasi interkultural terjadi ketika pengirim pesan dan penerima pesan berlatarbelakang budaya yang berbeda. Gudykunt, Kim (dalam Atsuko, Tokui. 2002:15) mendefinisikan komunikasi interkultural adalah proses abstrak dan aktivitas terpadu dan pemaknaan dalam komunikasi yang dilakukan antara orang-orang yang memiliki latar belakang berbeda. Sedangkan Yasshiro, dkk.(1998) menjelaskan bahwa komunikasi interkultural yang ideal digambarkan bila orang-orang yang terlibat dalam komunikasi melakukan interpretasi makna pesan, mengumpulkan informasi, dan melakukan pertukaran informasi tersebut untuk saling menghormati, dan bekerjasama untuk saling menguntungkan.
Dapat diambil kesimpulan bahwa komunikasi interkultural terjadi jika pemberi dan penerima pesan berasal dari budaya yang berbeda dengan tujuan untuk memahami pesan-pesan yang disampaikan dengan menghormati satu sama lain sehingga pemberi dan penerima pesan dapat saling menguntungkan.
Jika kita ambil hubungan dari akulturasi dan relasi interkultural, dapat diambil kesimpulan bahwa akulturasi dan relasi interkultural mempunyai hubungan yang erat karena percampuran budaya yang melahirkan budaya baru didalam akulturasi dapat terjadi jika budaya baru dapat membuat relasi atau hubungan yang baik dengan budaya lama, salah satu metodenya dengan berkomunikasi yang merupakan bagian dari relasi interkultural, dan tidak menutup kemungkinan bahwa relasi interkultural yang berjalan baik dapat membuat akulturasi budaya.
Sources :
Djodjok Soepardjo, Komunikasi Interkultural dalam Pendidikan Bahasa Jepang, diakses 1 November 2012 http://soepardjo.wordpress.com/2008/10/28/komunikasi-interkultural-dalam-pendidikan-bahasa-jepang/
Anonim, Intercultural relations, diakses 1 November 2012 http://en.wikipedia.org/wiki/Intercultural_relations
http://thesis.binus.ac.id/doc/Bab2/2007-2-00271-JP%20Bab%202.pdf
Label:
Tugas
Friday, October 5, 2012
Terimakasih untuk ibu dosen yang ada disana, hahaha
Hai dunia kita berjumpa lagi, hahaha
Saya bingung mau ngomong apa ya diawal-awal soalnya udah lama ga mengarang indah, hahaha
Padahal banyak sih tugas yang harus dikarang indah, tapi refreshing dululah biar otak seger, hahahaa
Ok saya akan cerita deh, kenapa tumben-tumbenan saya mau nulis padahal saya biasanya sangat getol nulis kalo lagi galau, hahaha, biasalah curcol. tapi sekarang saya ga galau kok, malah nulis ini sambil senyam-senyum kaya orang bener, hehehe.
Jadi begini ceritanya, pada awalnya hidup saya tenang tapi semua berubah ketika tugas-tugas menyerang dan pas saya lagi mengalahkan salah satu tugas eh ga sengaja saya buka blog trus liat-liat tulisan jadul, tulisan-tulisan galau saya yang saya post, (tujuannya si biar si doi ngebaca gitu, padahal mah doi udah berenang kemana tau), hahaha mudah-mudahan doi nyasar kemari, amin, hahahaha
Lanjut cerita, eh saya akhirnya baca tugas-tugas softskill saya yang saya bikin pake bumbu-bumbu humor mahasiswa galau, trus saya jadi kangen deh sama dosen saya yang satu itu.
Dosen saya itu tipikalnya tegas tapi saya bisa liat dimatanya, kayanya dosen saya ini tipe-tipe dosen yang suka bercanda tapi bercanda ala dosen yang suka nakut-nakutin murid.
Pas pertama masuk kelasnya, biasalah saya ga tertarik, wong dari judul matkulnya aja ada"matematika"nya, fiuhh pertama kali masuk deg-degkan juga sih, soalnya ngeri ngulang, masalahnya matematik bro, gw aja ga bisa kalo ngulang bisa berabe, hahaha.
Tapi seinget saya sih diminggu pertama dosen saya cerita tentang alam semesta terus penemuan-penemuan manusia, karena dosen saya masuk sebulan sekali terus tugasnya disuruh ngeblog jadi di minggu pertama saya nulis dengan gaya normal anak kuliahan, sampe akhirnya di minggu ketiga dan seterusnya lahirlah tulisan saya yang berjudul "Milky Way Tour (Matematika & IAD)", "Jangan Berhenti (Matematika & IAD)", "Beneran deh simpel banget, (Matematika & IAD)", sampai tulisan terakhir saya untuk tugas itu yang berjudul "Art from Math??? (Matematika & IAD)".
Nah kan dari judulnya aja pertama-tama ada "matematika"nya, tapi akhirnya saya seneng sih sama pelajaran ini soalnya membahas tentang alam semesta dan ga ngebahas rumus-rumus matematika yang saya ga bisa bayangkan karena saya ga bisa matematika, hahaha.
Sebenernya sih ada sekitar 8 tulisan, tapi yang berkesan buat saya sih yang 4 diatas itu, hahaha
Pas saya abis nulis si "Jangan Berhenti (Matematika & IAD)" deh kayanya dosen itu ngomong kalo ga salah si "itu ada kalo ga dikelas ini atau dikelas sebelah ya yang nulisnya ngelawak, walaupun tugasnya bikin artikel tapi yang serius ya" hahahahahaha, seinget saya kurang lebih si kaya gitu, saya inget banget ibu dosen itu ngomongnya sambil senyum-senyum. untung saya ga ketauan yang nulisnya ngelawak, kalo ketauan bisa dicengin didepan gebetan, gengsi broooo, hahahaha
Hah singkatnya sih gitu, alesan saya bikin tulisan ini si ceritanya mau bikin ucapan terimakasih sama dosen saya yang satu itu soalnya karena dia saya sekarang kalo bikin artikel ga nyeleneh lagi, hahahaha.
pokoknya terimakasih lah bu, oh iya kalo ada maba gunadarma yang baca ini, siap-siap ya mungkin kalian bakal ketemu sama dosen yang satu ini, cluenya adalah dosen ini lulusan s2 perancis, pokoknya dijamin deg-degkan deh kalo belajar sama dia, hahahaha, tapi ngangenin juga, wong saya sampe bikin ucapan terimakasih yang panjang lebar dan ga jelas ini, hahahaha
udah ah capek ni, mau tidur dulu bro, see ya next time. thnks.
read more “Terimakasih untuk ibu dosen yang ada disana, hahaha”
Saya bingung mau ngomong apa ya diawal-awal soalnya udah lama ga mengarang indah, hahaha
Padahal banyak sih tugas yang harus dikarang indah, tapi refreshing dululah biar otak seger, hahahaa
Ok saya akan cerita deh, kenapa tumben-tumbenan saya mau nulis padahal saya biasanya sangat getol nulis kalo lagi galau, hahaha, biasalah curcol. tapi sekarang saya ga galau kok, malah nulis ini sambil senyam-senyum kaya orang bener, hehehe.
Jadi begini ceritanya, pada awalnya hidup saya tenang tapi semua berubah ketika tugas-tugas menyerang dan pas saya lagi mengalahkan salah satu tugas eh ga sengaja saya buka blog trus liat-liat tulisan jadul, tulisan-tulisan galau saya yang saya post, (tujuannya si biar si doi ngebaca gitu, padahal mah doi udah berenang kemana tau), hahaha mudah-mudahan doi nyasar kemari, amin, hahahaha
Lanjut cerita, eh saya akhirnya baca tugas-tugas softskill saya yang saya bikin pake bumbu-bumbu humor mahasiswa galau, trus saya jadi kangen deh sama dosen saya yang satu itu.
Dosen saya itu tipikalnya tegas tapi saya bisa liat dimatanya, kayanya dosen saya ini tipe-tipe dosen yang suka bercanda tapi bercanda ala dosen yang suka nakut-nakutin murid.
Pas pertama masuk kelasnya, biasalah saya ga tertarik, wong dari judul matkulnya aja ada"matematika"nya, fiuhh pertama kali masuk deg-degkan juga sih, soalnya ngeri ngulang, masalahnya matematik bro, gw aja ga bisa kalo ngulang bisa berabe, hahaha.
Tapi seinget saya sih diminggu pertama dosen saya cerita tentang alam semesta terus penemuan-penemuan manusia, karena dosen saya masuk sebulan sekali terus tugasnya disuruh ngeblog jadi di minggu pertama saya nulis dengan gaya normal anak kuliahan, sampe akhirnya di minggu ketiga dan seterusnya lahirlah tulisan saya yang berjudul "Milky Way Tour (Matematika & IAD)", "Jangan Berhenti (Matematika & IAD)", "Beneran deh simpel banget, (Matematika & IAD)", sampai tulisan terakhir saya untuk tugas itu yang berjudul "Art from Math??? (Matematika & IAD)".
Nah kan dari judulnya aja pertama-tama ada "matematika"nya, tapi akhirnya saya seneng sih sama pelajaran ini soalnya membahas tentang alam semesta dan ga ngebahas rumus-rumus matematika yang saya ga bisa bayangkan karena saya ga bisa matematika, hahaha.
Sebenernya sih ada sekitar 8 tulisan, tapi yang berkesan buat saya sih yang 4 diatas itu, hahaha
Pas saya abis nulis si "Jangan Berhenti (Matematika & IAD)" deh kayanya dosen itu ngomong kalo ga salah si "itu ada kalo ga dikelas ini atau dikelas sebelah ya yang nulisnya ngelawak, walaupun tugasnya bikin artikel tapi yang serius ya" hahahahahaha, seinget saya kurang lebih si kaya gitu, saya inget banget ibu dosen itu ngomongnya sambil senyum-senyum. untung saya ga ketauan yang nulisnya ngelawak, kalo ketauan bisa dicengin didepan gebetan, gengsi broooo, hahahaha
Hah singkatnya sih gitu, alesan saya bikin tulisan ini si ceritanya mau bikin ucapan terimakasih sama dosen saya yang satu itu soalnya karena dia saya sekarang kalo bikin artikel ga nyeleneh lagi, hahahaha.
pokoknya terimakasih lah bu, oh iya kalo ada maba gunadarma yang baca ini, siap-siap ya mungkin kalian bakal ketemu sama dosen yang satu ini, cluenya adalah dosen ini lulusan s2 perancis, pokoknya dijamin deg-degkan deh kalo belajar sama dia, hahahaha, tapi ngangenin juga, wong saya sampe bikin ucapan terimakasih yang panjang lebar dan ga jelas ini, hahahaha
udah ah capek ni, mau tidur dulu bro, see ya next time. thnks.
Label:
My diare LOL
Transmisi budaya dan pengaruhnya terhadap perkembangan Psikologis
Transmisi budaya adalah cara sekolompok manusia atau hewan yang berada di dalam suatu wilayah atau budaya untuk mempelajari suatu informasi baru. cara belajar sangat dipengaruhi oleh bagaimana budaya itu dapat disosialisasikan kepada anak kecil dan anak muda.
Penelitian lintas budaya didalam lima puluh tahun terakhir ini lebih berfokus kepada perbedaan antara budaya barat dan budaya timur (Chang, et al., 2010).
Beberapa peneliti percaya bahwa pembelajaran budaya yang berbeda dapat dipengaruhi oleh lingkungan fisik didalam area yang mana budaya tersebut muncul (Chang, et al., 2010).
Lingkungan yang berbeda tersebut diantaranya iklim, pola migrasi, perang, kesesuaian pertanian, dan endemik patogen. evolusi budaya, dimana pembelajaran budaya di bangun dipercaya merupakan hasil dari budaya 10.000 tahun yang lalu dan hanya mempunyai hubungan yang sedikit dengan genetika.
Hal yang penting yang harus diketahui bahwa budaya tidak diwariskan secara biologi dari orang tua ke anaknya melainkan melalui pengalaman dan partisipasi. proses yang mana anak kecil mempelajari budaya disebut enkulturasi. enkulturasi sendiri adalah suatu proses bagi seorang baik secara sadar maupun tidak sadar, mempelajari seluruh kebudayaan masyarakat
Penelitian lintas budaya didalam lima puluh tahun terakhir ini lebih berfokus kepada perbedaan antara budaya barat dan budaya timur (Chang, et al., 2010).
Beberapa peneliti percaya bahwa pembelajaran budaya yang berbeda dapat dipengaruhi oleh lingkungan fisik didalam area yang mana budaya tersebut muncul (Chang, et al., 2010).
Lingkungan yang berbeda tersebut diantaranya iklim, pola migrasi, perang, kesesuaian pertanian, dan endemik patogen. evolusi budaya, dimana pembelajaran budaya di bangun dipercaya merupakan hasil dari budaya 10.000 tahun yang lalu dan hanya mempunyai hubungan yang sedikit dengan genetika.
Hal yang penting yang harus diketahui bahwa budaya tidak diwariskan secara biologi dari orang tua ke anaknya melainkan melalui pengalaman dan partisipasi. proses yang mana anak kecil mempelajari budaya disebut enkulturasi. enkulturasi sendiri adalah suatu proses bagi seorang baik secara sadar maupun tidak sadar, mempelajari seluruh kebudayaan masyarakat
Menurut seorang ahli yang bernama M.J.Herskovits (1948). enkultirasi adalah proses sosialisasi dan menjaga suatu budaya asli secara turun-temurun, termasuk ide, konsep, dan nilai.
Dapat disimpulkan bahwa enkulturasi adalah proses pembelajaran tentang budaya yang dilakukan oleh sekelompok orang disuatu daerah secara turun-temurun untuk mewarisi budaya asli dari nenek moyang mereka.
Bentuk transmisi budaya bisa kita ambil contoh antara budaya barat dan timur, dibudaya barat kita tahu bahwa mereka bersikap apa adanya dan cenderung terbuka antara satu sama lain sedangkan budaya timur lebih bersikap menjaga sopan santun dan lebih tertutup, contoh nyatanya adalah ketika kita bertemu paman atau saudara yang lebih tua pasti budaya kita mengajarkan untuk mencium tangan sedangkan di barat mungkin itu adalah sesuatu yang aneh
Sebelum saya menjelaskan pengaruh transmisi budaya terhadap perkembangan psikologi individu, perkembangan, dan pola asuh. saya akan menjelaskan sedikit tentang psikologi individu, perkembangan dan pola asuh.
Sebelum saya menjelaskan pengaruh transmisi budaya terhadap perkembangan psikologi individu, perkembangan, dan pola asuh. saya akan menjelaskan sedikit tentang psikologi individu, perkembangan dan pola asuh.
- Psikologi individu cenderung lebih menekankan kepada bagaimana individu bertingkah laku di kehidupan sehari-hari jika kita liat dari sudut pandang cara belajar maka tingkah laku ini sedikit banyak dipengaruhi oleh budaya juga.
- Perkembangan adalah proses hidup manusia dari dilahirkan hingga meninggal dan banyak hal-hal yang dapat mempengaruhi perkembangan seseorang diantaranya budaya
- Pola asuh adalah cara orang tua untuk menjaga, mendidik, dan membesarkan anak-anak mereka dan pola asuh ini sangat dipengaruhi oleh budaya, karena menurut observasi saya rata-rata ibu-ibu muda yang baru mempunyai anak cenderung meminta nasihat kepada orang tua mereka tentang bagaimana cara mengasuh anak mereka dan secara tidak langsung jika ditelusuri jika anak meminta nasihat kepada orang tua untuk mengasuh anak dan orang tua meminta nasihat kepada orang tuanya dan begitu seterusnya maka bisa di katakan bahwa itulah yang disebut enkulturasi pola asuh.
Sekarang saya akan menjelaskan tentang perbedaan dan kesamaan antara budaya dalam hal transmisi budaya melalui awal masa perkembangan dan kelekatan.
Saya akan mengambil contoh dari kedua orang tua saya, karena kemarin saya mendapat pelajaran tentang perbedaan budaya yang menghasilkan kekayaan yang luar biasa jadi saya akan menjelaskan tentang perbedaan budaya antara orang tua saya karena mereka berasal dari budaya yang berbeda.
- Pertama ibu saya, ibu saya berasal dari kota solo dimana budaya solo yang sangat kental dengan tata krama dan sopan santun. berdasarkan observasi saya kepada keluarga besar dari ibu saya, mereka sangat menjaga sopan santun dan cenderung malu-malu. Pola asuh di keluarga ibu saya benar-benar membuat anak-anaknya sangat lekat dengan orang tuanyanya karena kebudayaan mereka yang menjaga toto kromo, saya menyimpulkan bahwa hal ini terjadi karena anak yang menjaga toto kromo adalah hasil pembelajaran dari orang tuanya dan semakin orang tua mengajarkan kepada anak maka orang tua akan lebih banyak menghabiskan waktu bersama anak dan bonding atau ikatan yang dihasilkan maka akan semakin kuat.
- Kedua ayah saya, ayah saya berasal dari kota tegal dimana budaya tegal cenderung tidak sehalus budaya kota solo meskipun sopan santun tetap dijaga. Berdasarkan observasi saya kepada keluarga besar ayah saya, mereka cenderung lebih terbuka dan lebih terbiasa menggunakan kata-kata yang menyindir perasaan ketika bercanda antara satu sama lain, namun itulah tradisi mereka dan mereka tidak dendam atau kesal antara satu sama lain karena memang budaya mereka seperti itu. Pola asuh keluarga ayah saya setelah saya observasi cenderung kurang lekat antara anak dan orang tua mungkin karena mereka terbiasa terbuka dengan setiap orang dilingkungannya jadi mereka dekat dengan saudara-saudaranya sama seperti orang tuanya jadi bonding atau ikatan dengan orang tua tidak begitu kuat.
Kesamaan dan perbedaan dari kedua budaya tersebut adalah :
- Kedua budaya tersebut menjaga sopan santun meskipun berbeda porsi
- Kedua budaya tersebut menyayangi anak mereka dengan kasih sayang yang sama besar namun dengan cara dan pengungkapan yang berbeda.
Jadi kalau kita lihat pengaruh transmisi budaya pada perkembangan psikologis individu dari kedua budaya tersebut maka. dari budaya solo, menghasilkan individu yang sangat sopan dan dapat terbuka kepada orang lain jika sudah kenal baik karena mereka cenderung malu-malu. dan dari budaya tegal, menghasilkan individu yang easy going dan terbuka tapi terbuka ala Indonesia yaitu masih menjaga sopan santun.
Mungkin itu saja yang saya tulis semoga bermanfaat bagi pembaca dimanapun berada termasuk ibu dosen saya.
Budaya adalah suatu kekayaan yang tak ternilai dan Indonesia adalah negara yang sangat kaya akan budaya, oleh karena itu jangan sampai perbedaan budaya membuat perpecahan karena perbedaan budaya menunjukan bahwa negara kita amat sangat kaya. Keep peace in our Indonesia
Sources :
Anonim, Cultural learning, diakses 5 oktober 2012, http://en.wikipedia.org/wiki/Cultural_learning
Juliardibachtiar, 2011, Enkulturasi dan Sosialisasi, diakses 5 oktober 2012, http://juliardibachtiar.wordpress.com/2011/03/30/enkulturasi-dan-sosialisasi/
Bryan S. K. Kim, Annie J. Ahn, and N. Alexandra Lam, 2009, Theories and Research on Acculturation
and Enculturation Experiences among Asian American Families, http://www.springer.com/cda/content/document/cda_downloaddocument/9781603274364-c2.pdf?SGWID=0-0-45-721023-p173783148
Sources :
Anonim, Cultural learning, diakses 5 oktober 2012, http://en.wikipedia.org/wiki/Cultural_learning
Juliardibachtiar, 2011, Enkulturasi dan Sosialisasi, diakses 5 oktober 2012, http://juliardibachtiar.wordpress.com/2011/03/30/enkulturasi-dan-sosialisasi/
Bryan S. K. Kim, Annie J. Ahn, and N. Alexandra Lam, 2009, Theories and Research on Acculturation
and Enculturation Experiences among Asian American Families, http://www.springer.com/cda/content/document/cda_downloaddocument/9781603274364-c2.pdf?SGWID=0-0-45-721023-p173783148
Label:
Sedikit pengetahuan,
Tugas
Wednesday, September 26, 2012
Apa sih Psikologi lintas budaya ? dan hubungannya dengan disiplin ilmu lain
Pada kesempatan kali ini saya akan membuat artikel tentang apa sih psikologi lintas budaya itu, dan hubungannya dengan disiplin ilmu lain. setelah hampir setengah semester tidak menulis di blog ini akhirnya sekarang saya akan menulis lagi, ok langsung saja :
Psikologi lintas budaya adalah cabang dari ilmu psikologi yang memlihat bagaimana faktor budaya mempengaruhi tingkah laku manusia. Pada tahun 1972 "The International Association of Cross-Cultural Psychology" (IACCP) dibuat, dengan tujuan untuk memperdalam mengenai studi tentang psikologi lintas budaya dan cabang psikologi ini terus berkembang dari awal mula didirikan hingga saat ini. Goal atau tujuan dari para psikolog lintas budaya adalah untuk melihat tingkah laku yang umum dan tingkah laku yang unik untuk mengidentifikasi budaya manakah yang mempunyai pengaruh paling banyak terhadap tingkah laku manusia.
Dua pendekatan dalam psikologi lintas budaya yang banyak digunakan oleh psikolog lintas budaya adalah etic dan emic.
- Etic adalah pendekatan yang mempelajari bagaimana budaya yang berbeda-beda mempunyai kesamaan
- Emic adalah pendekatan yang mempelajari perbedaan antar budaya.
Salah satu fokus yang membuat psikologi lintas budaya dengan cabang psikologi lainnya adalah psikologi lintas budaya melihat tingkah laku manusia dari pengaruh budaya dimana cabang-cabang psikologi lain biasanya melihat tingkah laku manusia dari pengaruh orang tua, teman dan orang lain. berdasarkan "Walter J.Lonner" yang menulis "Eye on Psi Chi", psikologi lintas budaya bisa dikatakan suatu tipe metodologi penelitian daripada suatu bidang yang terpisah di dalam psikolog.
Dari tulisan di atas dapat diambil kesimpulan bahwa Psikologi lintas budaya adalah ilmu yang melihat pengaruh budaya dalam membentuk tingka laku manusia dan yang harus digarisbawahi didalam Psikologi lintas budaya, budaya itu sendiri bersifat universal jadi budaya tidak hanya mengikat pembentukan tingkah laku disuatu daerah namun pembentukan tingkah laku diseluruh dunia, karena sifanya yang universal inilah budaya yang berbeda-beda dapat diambil kesamaannya dan kesamaan budaya dapat diambil perbedaannya,
Selanjutnya saya akan menjelaskan hubungannya dengan disiplin ilmu lain namun sebelum saya menjelaskan hubungan antara psikologi lintas budaya dengan disiplin ilmu lain, saya akan menjelaskan beberapa disiplin ilmu yang hampir sama dengan psikologi linatas budaya namun mempunyai fokus yang berbeda, disiplin imu tersebut antara lain Psikologi indigenous, Psikologi budaya dan Antropologi :
- Psikologi Indigenous menurut "Kim dan Berry" adalah bidang psikologi yang membahas tentang tingkah laku dan pikiran penduduk asli yang hidup di suatu daerah yang bukan penduduk dari luar. lebih jelasnya adalah penduduk keturunan asli dari suatu daerah dan bukan penduduk pendatang baru. Pada umumnya psikologi indigenous melihat pengetahuan, keterampilan dan keyakinan penduduk asli sesuai dengan keadaan alami penduduk tersebut .
- Psikologi budaya adalah bidang psikologi yang mempunnyai anggapan bahwa budaya dan pikiran tidak dapat dipisahkan dan teori psikologi di suatu budaya hanya terbatas untuk budaya itu sendiri. seperti yang dikatakan oleh "Richard Shweder: dalam tulisannya yang berjudul "what is cultural psychology ?" beliau mengungkapkan bahwa psikologi budaya adalah studi tentang bagaimana tradisi budaya dan praktek sosial mengatur, mengungkapkan dan mengubah psikis manusia sehingga kurang dalam kesatuan psikis manusia dibandingkan divergensi etnis dalam pikiran, diri , dan emosi. dapat disimpulkan bahwa psikologi budaya adalah bagaimana tradisi budaya berpengaruh dalam pembentukan diri seseorang.
- Antropologi adalah ilmu yang mempelajari budaya masyarakat suatu etnis tertentu. antropologi berasal dari kata Yunani yaitu "anthropos" yang berarti "manusia" dan "logos" yang berarti "ilmu". antropologi mempelajari manusia sebagai makhluk biologis sekaligus makhluk sosial. menurut salah satu ahli antropologi Indonesia yaitu "Prof DR Koentjaraningrat:, Anthropologi adalah ilmu yang mempelajari umat manusia pada umumnya dengan mempelajari aneka warna, bentuk fisik masyarakat serta kebudayaan yang dihasilkan.
Dari ketiga disiplin ilmu diatas dapat diambil kesimpulan :
- Psikologi Indigenous mempunyai fokus yang melihat tingkah laku dan pikiran pada penduduk asli suatu daerah, dapat disimpulkan bahwa budaya didalam Psikologi Indigenous dilihat sebagai warisan turun-temurun dan bukan bersifat universal.
- Psikologi budaya yang menganggap budaya dan pikiran tidak dapat dipisahkan dan budaya membentuk pikiran, diri dan emosi suatu masyarakat tertentu. budaya didalam Psikologi bersifat tidak universal karena budaya terbatas untuk budaya didaerah itu sendiri.
- Antropologi mempelajari manusia dari jaman purbakala sampai jaman modern dan didalam Antropologi budaya itu sendiri dilihat sebagai suatu warisan dari jaman purbakala yang akhirnya terpecah-pecah dan menghasilkan budaya-budaya yang beragam.
Hubungan antara Psikologi lintas budaya dan ketiga disiplin ilmu diatas sangat berkaitan satu sama lain meskipun dari cara pandang yang berbeda. Kita ambil contoh budaya dari Suku Dayak dan Suku Asmat jika kita lihat dari cara pandang Psikologi lintas budaya maka akan kita cari kesamaan atau perbedaan budaya antara kedua suku tersebut jika kita melihat dari sisi Antropologi jelas ini berhubungan karena antropologi juga melihat perkembangan budaya dari jaman purbakala dimana mungkin ada kesamaan antara kedua suku tersebut. lalu bagaimana dengan Psikologi Indigenous dan Psikologi Budaya ? jika kita telusuri lebih dalam kedua suku tersebut berdasarkan cara pandang Psikologi lintas budaya maka kita dapat melihat data-data budaya dari kedua suku tersebut melalui cara pandang Psikologi Indigenous dan Psikologi budaya. kenapa bisa begitu ? karena ketiga disiplin ilmu diatas sama-sama melihat pengaruh budaya yang membentuk tingkah laku meskipun dalam cara pandang yang berbeda.
Demikian tulisan singkat saya mengenai apa sih psikologi lintas budaya itu, dan hubungannya dengan disiplin ilmu lain. Semoga dapat dimengerti dan bermanfaat. Terima kasih.
Sources :
Anonim, Antropologi, diakses 26 september 2012, http://id.wikipedia.org/wiki/Antropologi
Anonim, Cross-cultural psychology, diakses 26 september 2012, http://en.wikipedia.org/wiki/Cross-cultural_psychology
Anonim, Cultural psychology, diakses 26 september 2012, http://en.wikipedia.org/wiki/Cultural_psychology
Anonim, Indigenous psychology, diakses 26 september 2012, http://en.wikipedia.org/wiki/Indigenous_psychology
Kendra Cherry, What Is Cross Cultural Psychology?, diakses 26 september 2012, http://psychology.about.com/od/branchesofpsycholog1/f/cross-cultural.htmRichard A. Shweder, Cultural psychology-what is it ?, diakses 26 september 2012, http://www.indigenouspsych.org/Members/Shweder,%20Richard%20A/1990--Cultural%20Psychology%20-%20What%20is%20it.pdf
Label:
Sedikit pengetahuan,
Tugas
Subscribe to:
Posts (Atom)